Berita Kotabaru

Sang Istri Syok, Ini Penjelasan Lapas Kotabaru Soal Meninggalnya Wartawan Online Dalam Tahanan

Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di jalan Batu Salira, RT 12, Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru,

Sang Istri Syok, Ini Penjelasan Lapas Kotabaru Soal Meninggalnya Wartawan Online Dalam Tahanan
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
(Ilustrasi) Lapas Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di jalan Batu Salira, RT 12, Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru, Minggu (10/6/2018) malam.

Rumah tersebut sekaligus tempat M Yusuf (45) wartawan sebuah media online disemayamkan.

Suasana duka terlebih dirasakan Mama Cua, adalah istri M Yusuf. Ia tak kuasa membendung air mata menyaksikan jasad sang suami tercinta yang terbujur di rumah kediaman.

Selain kerabat dan keluarga, warga sekitar serta rekan terus berdatangan melayat dan memberikan doa kepada almarhum.

Baca: Link Live Streaming Austria vs Brazil Mulai Pukul 21.00 Wib - Jelang Piala Dunia 2018, Neymar Main

Baca: Pembunuh Wanita Dalam Box di Sungai Tabuk Tertangkap, Ternyata Ini Orangnya

Mama Cua, istri Yusuf, kepada banjarmasinpost.co.id, mengatakan tidak menyangka kalau almarhum akan meninggal. Karena sebelumnya, ia tidak mendapat firasat apapun.

Hanya menurut Mama Cua, sebelumnya Yusuf meninggalkan mereka untuk menghadap sang Khalik. Pada Sabtu (9/6/2018) malam, ia sempat berkonikasi melalui via pesan singkat.

"Dalam pesan singkatnya ia (Yusuf) minta dibawakan baju untuk lebaran ke LP (Lapas). Tapi aku bilang belum bisa, karena belum hari besuk," ujar Mama Cua kepada banjarmasinpost.co.id.

Tambah dia, komunikasi melalui pesan singkat terus berlanjut sampai dengan Minggu (10/6/2018) siang.

"Pukul 12.00 Wita, tidak ada lagi mengirim pesan singkat. Tidak lama saya dihubungi Pak Ibrahim bagian kepegawaian di Lapas. Aku diminta cepat-cepat datang. Diberitahukan karena suami saya dirawat di rumah sakit. Aku langsung ke rumah sakit," katanya.

Membuat perasaan Mama Cua lebih terpukul, karena tidak sempat mendampingi ketika suaminya menghebuskan nafas terakhir.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help