BFocus Economic

Jadi Reseller dan Dropshipper Tak Perlu Menstok Barang

Mirip dengan perantara perdagangan atau makelar, ternyata berbisnis dengan konsep reseller dan dropshipper bisa meraup omzet jutaan rupiah

Jadi Reseller dan Dropshipper Tak Perlu Menstok Barang
Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
Ilustrasi penjual pakaian

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berubahnya dinamika bisnis perdagangan tak dapat dipungkiri juga disebabkan karena faktor kemajuan teknologi informasi. Dengan adanya disrupsi teknologi informasi ini, muncul berbagai istilah dan konsep baru dalam bisnis perdagangan seperti reseller dan dropshiper.

Reseller adalah menjual kembali suatu produk yang dilakukan oleh penjual setelah penjual tersebut membelinya. Sedangkan dropshiper hanya memesan dan langsung meminta dikirimkan ke pembeli, atau tidak menyimpan barang.
Walaupun masih berkonsep mirip dengan perantara perdagangan atau yang biasa disebut makelar, ternyata berbisnis dengan konsep reseller dan dropshipper juga bisa meraup omzet jutaan rupiah per bulan.

Seperti seorang ibu rumah tangga di Banjarmasin, Marisha, yang sudah sekitar lima tahun menjadi seorang reseller produk fashion. Sebagai reseller, ia bisa menjual berbagai produk fashion mulai dari kemeja, kaus, blus, celana, sepatu, tas dan yang lainnya hingga rata-rata 100 potong per bulan dengan omzet Rp 6 juta hingga Rp 8 juta per bulan.

Dijelaskan Marisha, keuntungan yang didapatkan bisa beragam tergantung tren perubahan harga produk. Membeli produk dagangannya langsung dari produsen atau distributor secara partai, memungkinkannya mendapatkan harga beli jauh lebih murah untuk memaksimalkan margin keuntungan.

Bagaimana kiat menjadi reseller dan dropshiper sukses, baca Banjarmasin Post edisi Selasa (12/6/2018). (*)

Editor: Anjar Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help