Idul Fitri 2018

Jadwal Idul Fitri 2018 atau 1 Syawal 1439 H, Menteri Agama Pimpin Sidang Isbat Kamis 14 Juni 2018

Jadwal Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 2018 atau 1 Syawal 1439 H, Menteri Agama Pimpin Sidang Isbat pada Kamis 14 Juni 2018

Jadwal Idul Fitri 2018 atau 1 Syawal 1439 H, Menteri Agama Pimpin Sidang Isbat Kamis 14 Juni 2018
Dani Prabowo/Kompas.com
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) saat memimpin sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal atau Idul Fitri 1437 Hijriah di Kementerian Agama, Jakarta, Senin (4/7/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Idul Fitri 2018 atau 1 Syawal 1439 H tinggal di depan mata. Namun ada sedikit perbedaan dalam penentuannya antara Ormas Muhammadiyah dengan pemerintah.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berdasarkan hasil hisab seperti dikutip dari situs muhammadiyah.or.id, menetapkan tanggal 1 Syawal 1439 H atau Idul Fitri 2018 Jumat 15 Juni 2018.

Adapun Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menentukan Idul Fitri 2018 atau 1 Syawal 1439 Hijriah melalui sidang isbat.

Kementerian Agamam melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam akan kembali menggelar sidang isbat (penetapan) awal bulan Syawal.

Sidang isbat awal Syawal 1439H ini akan digelar pada Kamis, 14 Juni 2018 mendatang.

"Sidang isbat awal Syawal akan dilaksanakan pada Kamis, 14 Juni 2018M di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Juraidi di Jakarta, Rabu (6/6) seperti dikutip banjarmasinpost.co.id dari bimasislam.kemenag.go.id.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan memimpin langsung sidang isbat.

Melalui mekanisme sidang isbat tersebut, Kemenag akan menetapkan kapan umat muslim Indonesia akan berhari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1439H.

Menurut Juraidi, sidang isbat akan dihadiri para Duta Besar Negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

"Sidang isbat wujud kebersamaan Kemenag dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam menetapkan awal bulan qamariyah, terutama Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah," ujarnya.

Juraidi menjelaskan, rangkaian Sidang Isbat diawali dengan pemaparan secara terbuka mengenai posisi hilal berdasarkan data hisab oleh pakar astronomi.

Data hisab menunjukan bahwa ijtimak menjelang Syawal 1439H jatuh pada Kamis, 14 Juni 2018 M sekitar pukul 02:43 WIB.

Tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara 6° 4’ sampai 7° 34’.

“Rukyatul hilal akan dilaksanakan pada Kamis sore,” jelasnya.

Selepas Magrib, lanjut Juraidi, digelar Sidang Itsbat secara tertutup yang dipimpin oleh Menteri Agama.

Dalam sidang tersebut, Direktur Urais dan Binsyar akan melaporkan hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dilakukan pada 95 titik lokasi di seluruh Indonesia.

“Laporan itu akan dijadikan dasar pengambilan keputusan penetapan 1 Syawal,” jelasnya.

Usai sidang, Menteri Agama akan menggelar konferensi pers mengenai hasil sidang itsbat, yaitu Penetapan Pemerintah tentang Idul Fitri 1 Syawal 1439H/2018M. (*)

Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help