Rumah Sunat Dr Mahdian

Khitan Klem dan Tanpa Suntik, 2 Teknologi Sirkumsisi hanya Ada di Rumah Sunat Dr Mahdian

Khitan Klem dan Tanpa Suntik, 2 Teknologi Sirkumsisi hanya Ada di Rumah Sunat Dr Mahdian

Khitan Klem dan Tanpa Suntik, 2 Teknologi Sirkumsisi hanya Ada di Rumah Sunat Dr Mahdian
Rumah Sunat Dr Mahdian
Rumah Sunat Dr Mahdian 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Khitan/sunat atau dalam dunia kedokteran disebut circumcision, merupakan prosedur operasi yang pertama kali dilakukan, dan terbanyak dikerjakan tenaga kesehatan hingga kini.

Tindakan ini dilakukan dengan cara menghilangkan kulit kulup (prepusium) yang menutup kepala penis. Meski dalam dunia medis, hanya dikategorikan operasi kecil, teknologi sunat terus berkembang, dari teknik konvensional, electric cauter, disposable clamp, hingga kini kombinasi klem dan lem yang sedang banyak menyita perhatian praktisi sirkumsisi.

Diperkirakan setiap tahunnya sebanyak 2 juta anak Indonesia melakukan tindakan sirkumsisi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2007 memperkirakan ada sebanyak 664.500.000 pria berusia diatas 15 tahun telah disunat, angka tersebut merupakan 30% prevalensi penduduk dunia, dengan 70% diantaranya muslim.

Meski sunat merupakan kompetensi yang harus dimiliki seorang dokter (4A), dalam kenyataannya sunat tidak diajarkan secara resmi ketika seorang mahasiswa menempuh pendidikan kedokteran, sehingga tak jarang banyak diantara lulusan dokter belum terampil atau bahkan tidak dapat melakukan tindakan sirkumsisi.

Baca: Revolusi Sirkumsisi Tanpa Jarum Suntik

Tak bisa dipungkiri, saat ini 2 varian teknologi sirkumsisi yakni diposable clamp (Mahdian Klem) dan Free Needle Injection (Comfort-inTM) menjadi kombinasi yang tepat dan banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Klem misalnya selain praktis bagi pasien dan dokter, hasil estetik yang didapat anak paska khitan dalam berbagai penelitian dianggap lebih baik.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Turki oleh dr Aldemir, seorang urologi anak asal Ankara, dan kawan-kawan, menunjukkan bahwa sirkumsisi pada bayi dan anak-anak dengan menggunakan klem sekali pakai lebih cepat dibandingkan teknik konvensional dan memberikan hasil yang lebih baik secara estetik tanpa meningkatkan angka kecacatan.

Studi lain di Negara yang sama dilakukan oleh dr Senel, seorang dokter urologi Turki menunjukkan, bahwa tindakan sirkumsisi pada pria dewasa dengan menggunakan klem sekali pakai memiliki tingkat komplikasi yang lebih rendah dalam jangka panjang serta mampu meningkatkan fungsi seksual pria dewasa.

Menurut dr Mahdian Nur Nasution SpBS, pendiri Rumah Sunat dr Mahdian atau yang dulu dikenal Rumah Sunatan sekaligus penemu Mahdian Klem, yang terbaru dari generasi kedua Mahdian klem adalah kualitas bahan yang lebih baik.

“Kita meningkatkan kualitasnya, dengan bahan terbaru ini kemungkinan terjadi patah atau kerusakan ulir pengunci klem menjadi lebih kecil,” jelasnya. Dengan bahan yang lebih transparan, perawatan paska sirkumsisi juga menjadi lebih mudah dilakukan orangtua dan tenaga medis.

Teknologi free needle injection

Halaman
123
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help