Demonstrasi Antisipasi Karhutla

PT ABS Anak Perusahaan PT Jaya Agra Wattie Tbk Gelar Demonstrasi Antisipasi Karhutla di Batola

PT Agri Bumi Sentosa Anak Perusahaan PT Jaya Agra Wattie Tbk Lakukan Demonstrasi Antisipasi Karhutla di Kabupaten Barito Kuala

PT ABS Anak Perusahaan PT Jaya Agra Wattie Tbk Gelar Demonstrasi Antisipasi Karhutla di Batola
PT Agri Bumi Sentosa
PT Agri Bumi Sentosa Anak Perusahaan PT Jaya Agra Wattie Tbk lakukan demonstrasi antisipasi Karhutla di Kabupaten Barito Kuala. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Di Indonesia dikenal dengan dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Kedua musim ini memiliki dampak negatif apalagi saat ini Musim kemarau sudah sangat terasa.

Bencana Alam seperti Kebakaran menjadi momok bagi Perkebunan Kelapa Sawit. dan perlu dilakukan Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

PT Agri Bumi Sentosa anak Perusahaan PT Jaya Agra Wattie Tbk bersama masyarakat sekitar dan instansi terkait ikut serta dalam demonstrasi antisipasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Barito Kuala.

Turut hadir juga dari Polsek Wanaraya, Polsek Barambai, Danramil Rantau Badauh, Danramil Belawang, Badan Penanggulangan Kebakaran Kecamatan Barambai, Kades Dwipasari dan Karya Tani.

Pada kesempatan itu, General Manager (GM) PT Jaya Agra Wattie Tbk, Ir Ferdy Jerry Waduy berpesan :

1. Tim Penanggulangan Kebakaran PT ABS harus menjaga semua peralatan kebakaran dalam keadaan baik dan siap pakai

2. Jangan merokok di dalam kebun karena sisa puntung rokok yang masih menyala dapat memicu kebakaran

3. Menghimbau agar masyarakat sekitar kebun tidak melakukan pembakaran bila melakukan pembukaan lahan pertanian. Bila hal tersebut dirasa perlu maka diharapkan agar melakukan koordinasi kepada pihak keamanan maupun aparat desa dan mendapatkan izin guna menanggulangi hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi.

Begitu pula, Legal Dedy Koco Susilo berharap, agar masyarakat yang berdekatan dengan areal perkebunan PT Agri Bumi Sentosa bisa bahu membahu mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Barito Kuala.

“Ingat, ancaman bagi para pelaku yang terbukti bersalah melakukan pembakaran hutan dan lahan adalah minimal lima tahun. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian, Koramil dan BPK serta Aparat desa setempat untuk memastikan keamanan kawasan itu,” ucapnya.

Sedangkan, Danramil Rantau Badauh - Barambai Kapten Caj Muhtadi berharap, agar perusahaan proaktif untuk menggelar latihan penanggulangan, sehingga petugas dan karyawan sudah sigap dan siap ketika musibah kebakaran lahan dan hutan benar-benar terjadi di lapangan.

“Semua itu juga bisa terjaga jika terjadi sinergitas antara masyarakat dengan pihak perusahaan,” tandasnya. (aol)

Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved