Lebaran Idul Fitri 2018

Ini Hukum Makan dan Minum di Pagi Hari Sebelum Melaksanakan Sholat Idul Fitri atau Shalat Id

Selain ibadah tahunan yakni sholat Idul Fitri ada juga beberapa sunah yang bisa dilakukan makan sebelum melaksanakan sholat Id.

Ini Hukum Makan dan Minum di Pagi Hari Sebelum Melaksanakan Sholat Idul Fitri atau Shalat Id
banjarmasinpost.co.id/salmah
Pangkalan TNI AL Banjarmasin (Lanal Bsn) menggelar salat Iduladha 1438 Hijriyah, Jumat (1/9) pukul 07.30 Wita bertempat di Lapangan Apel Mako Lanal Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak lama lagi umat Islam akan merayakan hari raya Idul Fitri 2018 atau 1439 Hijriyah.

Di momen bahagia ini, saatnya seluruh keluarga dan kerabat berkumpul bersama dan saling bermaafan. Hari raya Idul Fitri biasanya jatuh pada 1 Syawal.

Di awal bulan tersebut, selain umat Islam melaksanakan ibadah tahunan yakni salat Id, ada juga beberapa sunah yang bisa dilakukan makan sebelum melaksanakan salat Id.

Dikutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama yaitu nu.or.id atau NU Online, awal Syawal sebagai bulan berbuka merupakan hari di mana umat Islam diharamkan puasa.

Baca: Ini Tata Cara Pelaksanaan Salat Idul Fitri atau Salat Id Bagi Imam dan Makmum Serta Hukumnya

Untuk itu, awal Syawal harus dibedakan dengan jelas dari bulan Ramadhan.
Pada pagi hari raya Idul Fitri kita dianjurkan makan dan minum sebagai pembeda bulan dari hari sebelumnya.

Anjuran untuk membedakan bulan berbuka dari bulan puasa ini begitu kuat.

Bahkan kalau tidak sempat makan di rumah, kita tetap dianjurkan untuk makan atau minum meski sebiji kurma di jalan menuju lokasi sembahyang Id atau di dalam masjid itu sendiri.

Baca: 21 Ucapan Selamat Idul Fitri 2018 Untuk Sahabat, Teman, Pacar di Lebaran Ini

Anjuran ini disebutkan oleh Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin dalam Busyral Karim pada halaman 354.

ويسن لكل أحد الأكل والشرب فيه أي الفطر قبلها أي الصلاة ولو في الطريق أو المسجد ولا تنخرم به المروءة للعذر

Artinya, “Setiap orang dianjurkan untuk makan dan minum di hari itu (hari Idul Fitri) sebelumnya (sebelum sembahyang Id) meski harus makan di jalan atau masjid. Yang demikian itu tidak merusak muru’ah karena uzur.”

Awal Syawal merupakan hari di mana hamba Allah menyatakan nikmat-Nya.

Mereka pada awal Syawal diminta untuk menikmati hidangan sambil bercengkerama dengan keluarga dan menikmati kebersamaan dengan tetangga serta kolega yang selama ini diharamkan sebulan penuh sebelumnya. (banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help