Berita Kotabaru

Janji Kapolres Terkait Meninggalnya Wartawan di Lapas Kotabaru

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kotabaru AKBP Suhasto SIK MH menegaskan kematian M Yusuf (43) wartawan

Janji Kapolres Terkait Meninggalnya Wartawan di Lapas Kotabaru
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto, Dr RSUD Kotabaru Arul Rahman saat gelar jumpa pers. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kotabaru AKBP Suhasto SIK MH menegaskan kematian M Yusuf (43) wartawan sebuah media online Kemajuanrakyat.co.id sekaligus wartawan Sinar Pagi Baru, Minggu (10/6/2018) disebabkan gagal jantung.

Dikemukakan Suhasto dalam konferensi persnya kepada awak media di aula Praja Arya Ghupta Mapolres Kotabaru, Selasa (12/6/2/2018).

Dalam pers releasenya hadir dokter rumah sakit umum daerah (RSUD) Arul Rahman, sekaligus dokter yang sempat memberikan pertolongan medis kepada Yusuf saat dilarikan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kotabaru.

Dalam pers releasenya yang dihadiri Wakapolres Kompol Yusriandi Yusrin, Kasatreskrim AKP Suria Miftah, Suhasto juga menegaskan, Yusuf bukan lagi penanganannya bukan kewenangan polres. Tapi kewenangan Pengadilan Negeri.

Baca: Ucapan Duka dan Permintaan Dewan Pers Atas Kasus Meninggalnya Wartawan di Lapas Kotabaru

Setelah berkas perkaranya lengkap dan dinyatakan P21 oleh kejekasaan pada 8 Mei 2018.

"Ini sekaligus mengklarifikasi pemberitaan yang simpang siur. Karena ada beberapa media memberitakan (Yusuf) meninggal di tahanan polres," jelas Suhasto.

Ditambahkan Suhasto, dalam penanganan kasus ITE saudara Yusuf, pihaknya sudah melakukan sesuai prosedural dan profesional. Melakukan penyelidikan dan penyidikan setelah adanya laporan dari PT Multi Sarana Aqro Mandiri (MSAM).

Bahkan, kata Suhasto lagi, selama ditahan pihaknya memperlakukan Yusuf dengan baik. Diantaranya melakukan pengecekan kesehatan Yusuf.

Baca: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri, Anak dan Keluarga dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya

"Karena kita (polres) kan punya petugas kesehatan yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan," jelas Suhasto.

Masih Suhasto, tidak ada tanda-tanda kekerasan ditemukan di tubuh korban, berdasarkan hasil visum dokter rumah sakit umum daerah Kotabaru.

Halaman
123
Penulis: Herliansyah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved