Idul Fitri 2018

Jelang Sidang Isbat Penentuan Lebaran Idul Fitri 2018/1439 H, Kemenag Rilis 97 Titik Rukyatul Hilal

Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan hari lebaran 2018, Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1439 H.

Jelang Sidang Isbat Penentuan Lebaran Idul Fitri 2018/1439 H, Kemenag Rilis 97 Titik Rukyatul Hilal
Tribun Timur/Muhamm Adabdiwan
(Ilustrasi) Tim Rukyat Wilayah Makassar meneropong pergerakan matahari untuk melihat posisi hilal dalam menentukan 1 Dzulhijjah 1434 H di GTC Tanjung bunga Makassar, sabtu (10/5/2013). Timyat gabungan dari Kantor Kemenag, MUI dan BMKG, itu, gagal melihat hilal karena terhalang awan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan hari lebaran 2018, Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1439 H.

Rukyatul Hilal untuk penentuan hari lebaran 2018, Hari Raya Idul Fitri, akan dikaksanakan hari Kamis (14/06) mendatang pada 97 titik pemantauan yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Jelang rukyatul hilal untuk penentuan hari lebaran 2018, Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Kemenag telah mengirim petugas.

"Kami telah mengirim petugas rukyatul hilal yang akan bekerjasama dengan Kakanwil dan ormas untuk melakukan pemantauan hilal di 97 titik yang telah ditetapkan," terang Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin di Jakarta, Senin (11/06) seperti dilansir kemenag.or.id.

"Hasil Rukyatul Hilal dan Data Hisab Posisi Hilal awal Syawal akan dimusyawarahkan dalam sidang itsbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Syawal 1439H," sambungnya.

"Kami telah mengirim petugas rukyatul hilal yang akan bekerjasama dengan Kakanwil dan ormas untuk melakukan pemantauan hilal di 97 titik yang telah ditetapkan," terang Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin di Jakarta, Senin (11/06) seperti dilansir kemenag.or.id.

"Hasil Rukyatul Hilal dan Data Hisab Posisi Hilal awal Syawal akan dimusyawarahkan dalam sidang itsbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Syawal 1439H," sambungnya.

Menurutnya, sidang isbat akan dihadiri oleh Duta Besar negara-negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Muhammadiyah Amin menjelaskan, proses sidang akan dimulai pukul 16.30 WIB, diawali dengan paparan Tim Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal secara astronomis menjelang awal Syawal 1439H. Adapun proses sidang itsbatnya, dijadwalkan berlangsung selepas salat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

"Sebagaimana biasa, sidang isbat berlangsung tertutup. Hasil keputusannya akan disampaikan secara terbuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam konferensi pers setelah sidang itsbat," sambungnya.

Halaman
1234
Penulis: Restudia
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help