Berita Banjarmasin

Pedagang Pentol yang Nekad Jualan Siang Mendadak Kabur karena Satpol PP dan FPI

Panji, bergegas mendorong gerobak pentol gorengnya meninggalkan halaman depan Pasar Swalayan

Pedagang Pentol yang Nekad Jualan Siang Mendadak Kabur karena Satpol PP dan FPI
Banjarmasinpost.co.id/Abdul Ghani
Suasana lengang pedagang pentol setelah mendapat penertiban Satpol PP Kota Banjarmasin, Selasa (12/6/2018) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Panji, bergegas mendorong gerobak pentol gorengnya meninggalkan halaman depan Pasar Swalayan Jalan Pangeran Antasari Kecamatan Banjarmasin Tengah Kalsel, Selasa (12/9/2018).

Aksi minggat yang dilakukannya hari itu tidak sendiri, melainkan bersama belasan penjual pentol atau minuman segar lainnya, menyusul kedatangan petugas Satpol PP Kota Banjarmasin.

Ya, sementara kedatangan petugas Satpol PP Kota Banjarmasin sendiri juga dikarenakan mendapatkan laporan dari anggota FPI (Front Pembela Islam) DPD Kalsel.

Baca: Jadwal MotoGP Catalunya 2018 - Kecaman Atas Gaya Balap Marc Marquez Kembali Muncul

Anggota FPI DPD Kalsel secara diam-diam melakukan penyamaran dan mendapati beberapa penjual makanan dan minuman yang secara terang-terangan berdagang di siang hari saat momen Ramadan.

"Ya, karena tadi saya yang lihat langsung mereka sudah buka sejak jam 11 dan 12-an. Cuman karena ada petugas, mereka (penjual pentol) pun langsung kabur," terang Anang Tony.

Humas DPD FPI Kalsel tersebut juga menambahkan sebetulnya itikad kedatangannya ke halaman swalayan modern tersebut hanya meminta ketegasan kepada penegak dan Pengelola Perda Ramadan dalam hal ini Satpol PP Kota Banjarmasin.

Baca: Lafadz Niat Zakat Fitrah dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya untuk Diri Sendiri, Istri Hingga Anak

Pasalnya sejauh, pantauannya sejak beberapa hari yang lalu hingga Selasa (12/6/2018), tak sedikit penjual makanan dan minuman terang-terangan berdagang di siang hari di momen Ramadan.

"Jelas ini kan sangat bertolak belakang dengan ciri khas kota Banjarmasin yang dikenal kota religi. Apalagi tidak hanya pedagangnya yang buka terang-terangan, melainkan pembelinya juga seenaknya minum dan makan. Jujur, kami sebetulnya tidak ada niat ingin anarkis, hanya saja hal seperti ini bisa ditindak dan saling menghormati selama Ramadan, " pungkasnya. (BANJARMASINPOST.CO.ID /A RIZKI ABDUL GANI)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help