Opini Publik

Jaga Pola Makan Setelah Ramadan

Berbagai manfaat puasa bagi tubuh kita seperti memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat

Jaga Pola Makan Setelah Ramadan
BANJARMASINPOST.co.id/aprianto
Ilustrasi makan bersama. 

Oleh: ROSIHAN ANWAR SGZ MPH RD, Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

BULAN Ramadan sudah berlalu banyak pelajaran yang kita dapat dari perjalanan selama kurang lebih dalam sebulan kita berpuasa salah satunya adalah saat berpuasa kita menahan lapar dan dahaga untuk mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT. Puasa yang kita jalani sangat banyak memberikan manfaat bagi tubuh kita.

Berbagai manfaat puasa bagi tubuh kita seperti memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat, membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan, memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup, menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan berbagai penyakit.

aat lebaran kita disajikan makanan bermacam-macam jenis makanan yang lezat. Makanan tersebut seperti ketupat kandangan, Soto Banjar, lontong, karih ayam, sate dan banyak lagi makanan yang lainnya. Umumnya makanan ini tinggi lemak yang kalau dikonsumsi berlebih tidak baik bagi kesehatan.

Makanan yang sering ada di lebaran adalah makanan yang kaya kandungan lemak seperti ketupat, lontong, sate dan soto serta berbagai makanan yang berasal dari daging seperti rendang, kareh dan masak habang.

Pola Makan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW menganjurkan untuk makan jangan berlebih. Secara sederhana pola makan yang benar menurut beliau adalah mengatur pola makan dalam perut kita agar sehat yaitu sepertiga padatan (berupa makanan), sepertiga cairan, dan sepertiga sisanya adalah ruang kosong untuk udara sehingga kita menjadi tetap sehat.

Prinsip sepertiga padatan, sepertiga cairan dan sepertiga ruang kosong tersebut mengajarkan kepada kita suatu pola keseimbangan untuk memudahkan tubuh melakukan proses metabolisme secara wajar.

Langkah yang kita lakukan sekarang adalah menerapkan prinsip makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Manifestasi dari makanlah sebelum lapar adalah agar kita selalu menjaga kesehatan setiap saat. Kita tahu organ tubuh kita sedetikpun tidak pernah diam dan kalau dia diam bisa menyebabkan kematian sebagai contoh jantung, otak, hati ataupun ginjal, semuanya memerlukan nutrisi (makanan) untuk bisa beraktifitas.

Kita perlu zat-zat gizi seperti karbohidrat, protein, vitamin, lemak, mineral dan zat-zat lain untuk bisa beraktifitas sehari-hari. Namun kadang-kadang kita lupa untuk makan sebelum kita lapar sebagai contoh kita kadang-kadang lupa makan pagi padahal kita memerlukan zat gizi untuk beraktifitas sehari-hari.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help