Berita Banjarbaru

Miris, Kondisi Panti Sosial Budi Mulia Banjarbaru, Setiap Hujan Anak Telantar Harus Berjaga

Menempati lokasi di ujung dari travo listrik, Panti Sosial Anak Budi Mulia harus menanggung lemahnya arus listrik yang masuk.

Miris, Kondisi Panti Sosial Budi Mulia Banjarbaru, Setiap Hujan Anak Telantar Harus Berjaga
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Rabu (13/6/2018) 

Saat ini pihaknya hanya bisa mengandalkan lima sumur resapan yang ada di PSA. Sumur dengan luas 5 kali 2 meter persegi itu mampu menampung 10 kubik air. Namun pada kemarau, sumur tetap berair hingga ke permukaan.

Baca: Ini Tata Cara, Rukun dan Sunah Khutbah Shalat Idul Fitri atau Shalat Id yang Wajib Dilakukan Khatib

Terlebih ketika hujan deras berhari-hari, PSA pun kebanjiran. Termasuk saat banjir di Jalan A Yani kilometer belum lama tadi.

Ketika hujan deras datang saat malam hari, anak-anak panti harus masuknya air ke dalam wisma. Petugas panti juga harus siap-siap mengeruk drainase yang berair agar bisa di keluarkan ke luar panti.

Ada tiga wisma yang ditempati 10 sampai 14 anak yang biasanya mengalami kebanjiran. Wisma ini berada di bagian belakang PSA. Tak hanya wisma, musala PSA juga menjadi langganan banjir.

Air masuk ke dalam wisma setinggi pergelangan kaki orang dewasa. Sementara di teras wisma air bisa setinggi dengkul orang dewasa. Kondisi ini terus terjadi saat musim penghujan.

Setiap musim hujan, pihak panti harus melakukan penyediaan air sumur resapan. Jika tidak, air dari sumur akan meluber ke wisma anak.

Saat ini, sebut Agus, Pemprov merencanakan membuatkan sumur resapan baru yang lebih besar. Dengan adanya sumu baru diharapkan mengurangi banjir di PSA. Meski begitu, sebuta Agus, sumur resapan bukan solusi efektif untuk menghilangkan banjir di panti, jika tak ada drainase untuk membuang air. (banjarmasinpost.co.id/rii)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved