Obat Tradisional di Zaman Now

Obat Tradisional yang Terus Dicari Hingga Sekarang, Meskipun Banyak yang Sudah Langka

Tak heran, meski zaman sudah canggih, namun pemakaian obat tradisional masih mewarnai cara pengobatan di kalangan masyarakat

Obat Tradisional yang Terus Dicari Hingga Sekarang, Meskipun Banyak yang Sudah Langka
salmah
Bahan obat-obatan tradisional kayu kuning. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jauh sebelum obat-obatan modern diproduksi, masyarakat di tanah air sudah mengenal obat-obatan tradisional yang resepnya diwariskan turun-temurun.

Tak heran, meski zaman sudah canggih, namun pemakaian obat tradisional masih mewarnai cara pengobatan di kalangan masyarakat baik di desa maupun di kota.

Obat tradisional pun tetap dicari.

Sebagian mudah dibeli secara bebas namun sebagian lagi ada yang langka, ini dimungkinkan karena ketersediaan bahan baku yang sudah terbatas.

Baca: 21 Ucapan Selamat Idul Fitri 2018 Untuk Sahabat, Teman, Pacar di Lebaran Ini

Obat tradisional khas Kalimantan biasanya dijual di toko-toko herbal dan adapula di toko suvenir seperti halnya beberapa toko di komplek pertokoan Cahaya Bumi Selamat, Martapura, Kalsel.

Baca: Piala Dunia 2018 - Jadwal Siaran Langsung 21-22 Juni 2018: Argentina Vs Kroasia, Spanyol Vs Iran

Salah satu toko yaitu Toko Souvenir Kalimantan. Apar sang pemilik toko memajang aneka obat tradisional selain beragam suvenir khas pulau Borneo.

"Saya jual obat-obatan tradisional ini karena memang banyak yang mencari. Tidak hanya orang lokal tapi juga orang luar daerah," ujarnya.

Baca: Miliki Wajah Tak Terbayangkan, Model Asal Tibet Ini Bikin Dunia Tak Berkedip Lihat Kecantikannya

Obat-obatan tradisional itu ada yang berbahan dari tanaman dan juga ada yang berasal dari kandungan tubuh hewan.

Seperti halnya duri landak dari Kaltim yang dijualnya cukup murah, per batang hanya Rp2000-3000. Duri landak ini kabarnya dapat menjadi obat berbagai penyakit.

Juga ada sisik penyu, red koral batu karang, minyak lintah asli yang konon dapat memperbesar alat vital pria dan menambah kejantan.

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help