Berita Kotabaru

Penyebab Kematian Wartawan Online M Yusuf Jadi Tanda Tanya, Ini Kata Kapolres Kotabaru

Kasus meninggalnya M Yusuf (43) wartawan media online kemajuanrakyat.co.id masih menjadi tanda tanya sejumlah kalangan.

Penyebab Kematian Wartawan Online M Yusuf Jadi Tanda Tanya, Ini Kata Kapolres Kotabaru
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK MH bersama Dr Arul Rahman saat melakukan konferensi pers terkait kematian M Yusuf wartawan media online kemajuanrakyat.co.id di Lapas Kelas II B Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Kendati ada penjelasan resmi Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK MH dalam konferensi persnya yang diperkuat dengan pernyataan dokter rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Arul Rahman, Selasa (12/6/2018) kemarin.

Kasus meninggalnya M Yusuf (43) wartawan media online kemajuanrakyat.co.id, masih menjadi tanda tanya sejumlah kalangan. Mereka menilai hasil visum menyatakan Yusuf meninggal karena gagal jantung belum cukup sebelum dilakukan autopsi.

Dalam siaran pers di aula Praja Arya Ghupta Polres Kotabaru, kemarin Suhasto juga menerangkan untuk mengetahui penyebab meninggalnya Yusuf, pihaknya menghendaki dilakukan autopsi.

Baca: Ucapan Duka dan Permintaan Dewan Pers Atas Kasus Meninggalnya Wartawan di Lapas Kotabaru

Namun upaya mengungkap dan mengetahui penyebab pasti meninggalnya Yusuf, tidak bisa dilakukan karena keluarga menolak jasad almarhum untuk dilakukan autopsi.

"Sebenarnya ingin dilakukan autopsi, tapi keluarga menolak," kata Suhasto dihadapan sejumlah awak media elektronik, cetak dan online.

Sebelumnya Yusuf menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit dari Lapas Kotabaru hanya berjarak lebih kurang 400 meter, karena mengalami sesak nafas dan muntah-muntah saat berada di dalam Lapas.

Baca: Janji Kapolres Terkait Meninggalnya Wartawan di Lapas Kotabaru

Setiba di rumah sakit oleh dr Arul Rahman yang menanganinya, nyawa Yusuf tidak tertolong. Karena saat dilakukan upaya penanganan medis denyut nadi dan nafas Yusuf sudah tidak ada.

Dalam Kondisi itu, dokter yang menangani juga sudah melakukan tindakan medis RJP atau penanganan pertolongan awal, namun tidak berhasil.

Dewan Pers Turun Tangan

Dewan Pers belum bisa memberikan jawaban terkait dengan kasus pidana yang menjerat wartawan Kemajuan Rakyat, Muhammad Yusuf. Ia menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kotabaru, Kalimantan Selatan. Namun pada 10 Juni kemarin Yusuf meninggal.

Dikutip dari Tempo.co, Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo menyatakan pihaknya masih harus memeriksa ada atau tidaknya permintaan konsultasi dari polisi dalam penahanan orang yang disebut berprofesi sebagai wartawan itu. “Kami masih harus cek ada-tidaknya surat konsultasi dari polisi,” katanya saat dihubungi Tempo pada Senin, 11 Juni 2018.

Yusuf telah mendekam di Lapas Kotabaru selama 15 hari sejak April 2018. Polisi menyangkanya melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena menulis berita yang dianggap menghasut dan merugikan perusahaan kelapa sawit PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) milik Syamsudin Andi Arsyad (Haji Isam) di Pulau Laut, Kotabaru. Perkaranya sedang berjalan di Pengadilan Negeri Kotabaru.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help