Yayasan Adaro Bangun Negeri

Upaya Bersama Wujudkan Kabupaten ODF 2019

Menurut data UNICEF, masih ada 51 juta masyarakat Indonesia yang melakukan buang air besar sembarangan

Upaya Bersama Wujudkan Kabupaten ODF 2019
ist/YABN
Pembuatan WC di rumah penduduk 

BANJARMASINPOST.CO.ID - “Urusan BABS itu menjadi masalah setiap orang, jadi kalau ada satu saja orang yang BABS di desa tersebut, satu kampung harus turun dan memberi peringatan bahwa itu bukan hal yang baik. Tentunya dengan cara dan pendekatan yang benar," tegas Budi Purwanto fasilitator program STBM tingkat Nasional pada kamis (7/6) di ruang gedung informasi Kabupaten Tabalong.

Bicara soal sanitasi yang layak Indonesia kiranya masih menjadi PR besar yang harus diselesaikan, mengingat masih banyaknya masyarakat yang belum cukup menaruh perhatian terhadap sanitasi yang baik dilingkungannya.

Menurut data UNICEF, masih ada 51 juta masyarakat Indonesia yang melakukan buang air besar sembarangan dan memberi sumbangsih besar terhadap penyebaran penyakit Diare di Indonesia.

Sedikitnya ada 31% balita usia 1-12 bulan di Indonesia meninggal akibat diare, artinya ada ribuan anak yang meninggal akibat penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang tidak sehat ini.

Hal tersebut pula yang menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian anak di negeri ini.

Sanitasi tidak lepas dari perilaku dan pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat, ada banyak orang yang tidak begitu perhatian dengan kesehatannya atau kesehatan orang lain dalam hal sanitasi.

Penggunaan air sungai sebagai kebutuhan sehari-hari ditambah dengan perilaku yang kurang sehat menjadi penambah angka jumlah penderita diare setiap tahunnya, perlu dilakukan sebuah metode guna mengatasi hal tersebut.

Dengan program sanitasi layak 2019, Kemenkes mengupayakan agar tercipta sanitasi sehat melalui program 100-0-100, dengan mengupayakan 100% tersedia air besih di lingkungan masyarakat, 0% kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi yang layak bagi masyarakat diharapkan jumlah angka penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk dapat ditekan.

Untuk mendukung percepatan program yang digagas oleh pemerintah pusat, Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong menggelar pelatihan bagi sejumlah kader STBM yang menurut hasil survey desanya belum ditetapkan sebagai desa Open Defecation Free (ODF) yang artinya masih ada masyarakat yang BAB sembarangan di lingkungannya.

Pelatihan Teknik Fasilitasi program STBM Yasasan Adaro Bangun Negeri YABN 1
Pelatihan Teknik Fasilitasi program STBM Yasasan Adaro Bangun Negeri YABN 1 (ist)

Sedikitnya ada 74 kader yang mendapat pelatihan yang berasal dari 37 desa yang ada di Kabupaten Tabalong.

Halaman
123
Penulis: Dony Usman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved