Yayasan Adaro Bangun Negeri

Upaya Bersama Wujudkan Kabupaten ODF 2019

Menurut data UNICEF, masih ada 51 juta masyarakat Indonesia yang melakukan buang air besar sembarangan

Upaya Bersama Wujudkan Kabupaten ODF 2019
ist/YABN
Pembuatan WC di rumah penduduk 

“Dengan melakukan metode pemberdayaan seperti ini diharapkan lebih banyak lagi peran serta masyarakat untuk bergerak sebagai agen perubahan dalam meningkatkan standar kesehatan di lingkungannya,"ungkap Haris Fadillah, Plt Koordinator Bidang Kesehatan YABN.

Dalam kesempatan tersebut perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong Ahmad Rivai, SKM, M. menyebutkan bahwa pelatihan yang dilakukan selama tiga hari dapat dilakukan untuk mencapai percepatan kabupaten Tabalong ODF 2019.

“Merubah perilaku merupakan hal yang paling sulit dilakukan, terutama masyarakat kita sudah terbiasa menggunakan sungai sebagai wadah BAB yang kemudian menyebar dan dapat menjadi sumber penyakit utamanya Diare, sebagai ujung tombak program kader diharapkan dapat merubah kebiasaan masyarakat terutama kader sendiri masyarakat yang dekat dengan dilingkungannya,"ungkap Rivai.

Pada pelatihan yang dijalankan selama tiga hari tersebut kader-kader STBM diajari bagaimana menjadi seorang fasilitator, seperti yang di ungkapkan Dince salah seorang kader asal desa Mangkupum, Muara Uya.

Menurutnya setelah mendapat pelatihan ia semakin jelas mendapat gambaran baik tentang pemberdayaan dan bertekad untuk menjadikan desanya bebas dari perilaku BABS.

Wanita energik yang berusia 75 tahun ini kemudian mengisahkan bagaimana sanitasi yang ada di desanya.

“Biasanya masyarakat menggunakan jamban disungai untuk mandi dan buang air, tapi bagi sebagian masyarakat yang tidak memiliki jamban biasanya harus pergi ke kebun untuk melakukan hal tersebut,” ungkap Dince.

“Sanitasi memang sering kita abaikan terutama bila kebiasaan masyarakat sejak dulu menggunakan sungai sebagai wadah MCK, sudah puluhan tahun saya tinggal di sini dan kini saatnya kita rubah perilaku tersebut,” tambahnya.

Kedepannya Dince juga akan merangkul aparatur desa, tokoh masyarakat, instansi dan masyarakat agar program STBM yang dijalankan di desanya dapat berjalan dengan baik.

“Saya juga kepikiran untuk melibatkan sekolah untuk mensukseskan program ini dengan menambahkan satu bab pembelajaran bagi anak agar mereka dapat diajarkan bagaimana sanitasi yang baik, tidak hanya tentang PHBS.” tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Dony Usman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved