Berita Kalteng

Warga Palangkaraya Enggan Konsumsi Daging Ayam Beku, Ini Penyebabnya

Parahnya, saat permintaan meningkat stok untuk ayam potong yang masih segar yang ada di tingkat pedagang sangat terbatas

Warga Palangkaraya Enggan Konsumsi Daging Ayam Beku, Ini Penyebabnya
faturahman
Harga Ayam potong di pasar tradisional Palankaraya melambung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kenaikkan harga ayam potong yang dijual di Pasar Tradisional Palangkaraya, hingga Rabu (13/6/2018) sudah mencapai Rp60 ribu perkilogram diperkirakan, karena permintaan meningkat jelang lebaran.

Parahnya, saat permintaan meningkat stok untuk ayam potong yang masih segar yang ada di tingkat pedagang sangat terbatas, karena pasokan peternak lokal terbatas demikian juga kiriman dari luar Palangkaraya tidak mencukupi.

Kondisi ini, sering terjadi pada saat mendekati hari-hari besar seperti jelang lebaran yang tinggal dua hari lagi, permintaan ayam potong segar meningkat tajam sehingga spekulan menaikkan harga.

Baca: 21 Ucapan Selamat Idul Fitri 2018 Untuk Sahabat, Teman, Pacar di Lebaran Ini

Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Tengah, Muhammad Hatta, tidak menampik adanya kenaikkan harga ayam potong tersebut, karena laporan yang diterima memang harga terus naik jelang lebaran.

Baca: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri, Anak dan Keluarga dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Dia mengatakan, sebenarnya ada saja daging ayam potong yang dijual namun berupa daging ayam potong yang dibekukan, sayangnya ini tidak diminati warga Kalteng, sehingga harga ayam potong terus naik.

"Kami sudah membentuk pasar penyeimbang untuk menstabilkan harha tersebut, dan mengimbau kepada masyarakat Kalteng untuk membiasakan memakan daging ayam yang dibekukan, karena higenis dan sehat untuk dikonsumsi," ujarnya. (www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help