Lebaran 2018

Tata Cara Tuntunan Salat Idul Fitri, Waktu Pelaksanaan dan Bacaan Khususnya Versi Muhammadiyah

Umat Islam akan berbondong-bondong keluar rumah untuk melaksanakan salat Idul Fitri atau salat Id.

Tata Cara Tuntunan Salat Idul Fitri, Waktu Pelaksanaan dan Bacaan Khususnya Versi Muhammadiyah
nurkholis huda
Suasana salat Idul Adha di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Senin (12/9/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Besok, Jumat (15/6/2018) adalah lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Umat Islam akan berbondong-bondong keluar rumah untuk melaksanakan salat Idul Fitri atau salat Id.

Salat ini hukumnya sunah muakkadah yang berarti sunah yang dianjurkan sekali untuk dilakukan.

Salat ini berbeda dengan salat-salat sunah lainnya.

Perbedaannya ada pada zikirnya yakni berupa takbir khusus yang wajib dikumandangkan dengan suara keras yang kerap disebut dengan takbiran, khutbah oleh khatib, bacaan serta takbir khusus di dua rakaatnya dalam jumlah tertentu.

Selain itu, salat ini juga memiliki waktu pelaksanaan khusus, yaitu pagi di waktu awal salat duha.

Dikutip dari situs resmi Muhammadiyah, muhammadiyah.or.id, berikut ini tuntunan atau tata cara serta waktu salat Id sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.

1. Waktu Shalat Idul Fitri adalah setelah matahari terbit dan berketinggian dua kali panjangnya penggalah (kurang lebih 6 m, sekitar setengah jam setelah terbitnya) atau sama dengan waktu salat duha

عَنْ جُنْدُبٍ قَالَ كَانَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِنَا اْلفِطْرَ وَالشَّمْسُ عَلَى قيدِ رَمْحَيْنِ أَوِ اْلأَضْحَى عَلَى قِيْدِ رَمْحٍ [أخرجه أحمد].

Dari Jundub (diriwayatkan) ia berkata: Adalah Nabi saw. melakukan shalat Idul Fitri bersama kami ketika matahari setinggi dua penggalah dan Idul Adha ketika matahari setinggi satu penggalah [H.R. Ahmad].

Halaman
1234
Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved