Berita Banjarmasin

Bajarahan, Tradisi Lebaran Warga Jalan Pekapuran yang Kini Pakai Sistem Take Away

Aktivitasnya berupa jamuan makan atau pun sekadar minum dari warga untuk warga. Waktunya pada hari kedua hari raya.

Bajarahan, Tradisi Lebaran Warga Jalan Pekapuran yang Kini Pakai Sistem Take Away
banjarmasin post group
Warga Jalan Pekapuran B RT 16 menghadiri jamuan makam pada hari raya, Jumat (15/6/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jarah dalam kamus Bahasa Indonesia berarti hasil rampasan perang. Namun di masyarakat Banjar, khususnya warga di Jalan Pekapuran B Laut, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, kata itu bermakna sebuah tradisi pada tiap Lebaran. Baik Idulfitri maupun Iduladha.
Aktivitasnya berupa jamuan makan atau pun sekadar minum dari warga untuk warga. Waktunya pada hari kedua hari raya.
Biasanya warga berkumpul di titik atau lokasi tertentu. Setelah dianggap cukup mewakili seluruh warga, rombongan yang dipimpin tetuha, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ketua RT, bergerak menuju rumah pertama yang menyediakan jamuan. Baca doa sebentar, selanjutnya rombongan menikmati hidangan. Tak berapa lama rombongan langsung pamit untuk menuju rumah berikutnya. Begitu seterusnya hingga daftar tuan rumah pada hari itu selesai didatangi. Tradisi ini
berbeda dibanding open house yang biasanya tuan rumah atau penyelenggaranya dari kalangan berada. Pada bajarahan, siapa saja bisa menjadi tuan rumah.
Bagi anak-anak, kegiatan itu jadi kesempatan mengumpulkan kue atau pun permen dari rumah yang didatangi.
Bagi warga yang dijarah, hal itu tak jadi masalah. Makin banyak warga yang datang, tuan rumah kian semringah. Karena berarti yang mendoakan juga banyak.
Kini setelah puluhan tahun, aktivitas bajarahan masih lestari di masyarakat Jalan Pekapuran B Laut.
Walaupun kini para sesepuh di sana sudah banyak yang tiada, tradisi yang bagus itu diteruskan generasi yang ada saat ini.
"Memang kemeriahannya tidak seperti dulu. Tetapi bajarahan tetap saja penuh makna. Warga saling bersilaturahmi dan memaafkan," tutur hajah Farida, satu warga setempat.
Selain itu sambung dia, pada tahun-tahun terakhir ada sedikit perbedaan pada jamuan bajarahan. "Tuan rumah banyak yang menyediakan hidangan sudah dibungkus. Jadi begitu selesai berdoa dilanjutkan salam-salaman, para tamu tinggal membawa sajian tersebut," ujar ibu dua putra yang merupakan penduduk asli Jalan Pekapuran B Laut. (banjarmasinpost.co.id/m danu saputra)

Penulis: Mulyadi Danu Saputra
Editor: Mulyadi Danu Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help