Lebaran Urang Banua di Perantauan

Hari Raya Pertama Malah Sepi

M Husaini asal Tamban, Kabupaten Baritokuala, belasan tahun tinggal di Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Hari Raya Pertama Malah Sepi
istimewa
Husaini dan keluarga yang tinggal di Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kemeriahan hari pertama Idulfitri sudah lama tak dirasakan oleh M Husaini (43). Itu karena lelaki asal Tamban, Kabupaten Baritokuala tersebut,  belasan tahun tinggal di Bangkinang Ibu Kota Kabupaten Kampar di Provinsi Riau.
Kalaupun pulang kampung, dia memilih tidak saat Lebaran. Pertimbangannya harga tiket pesawat yang bersahabat dengan kantongnya.
"Di sini, hari raya pertama biasa saja, bahkan cenderung kurang meriah. Soalnya setelah Salat Id, warga langsung bepergian ke rumah orangtua atau sanak famili yang ada di luar namun jaraknya tidak terlalu jauh. Kira-kira dari Banjarmasin ke Banjarbaru atau Martapura," tutur Usai melalui sambungan telepon.
Setelah hari itu, lanjut bapak dari tujuh anak ini, suasana juga masih biasa-biasa saja. Karena kebanyakan warga melakukan puasa enam.
"Nah, setelah puasa Syawal itu, barulah heboh. Warga ramai-ramai ziarah kubur. Kemudian berkumpul di alun-alun. Di sana tersedia aneka makanan dan minuman buat warga. Istilahnya bajambau. Ada hiburan juga.
Bahkan pemerintah daerah meliburkan pegawai negeri pada hari itu," ujar Usai yang aparatur sipil negara (ASN) dan bertugas di dinas kesehatan setempat.
Kemeriahan bajambau itu membikin penasaran Taufik, seorang warga asal Kabupaten Tapin. Kebetulan sejak menjelang akhir Ramadan tadi, dia mengerjakan sebuah proyek di Bangkinang. "Kayaknya saya sempat melihat acara bajambau," ucap pria yang bekerja sebagai programer itu. (banjarmasinpost.co.id/m danu saputra)

Penulis: Mulyadi Danu Saputra
Editor: Mulyadi Danu Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved