Berita Tapin

Pulang Salat dari Perkampungan Warga, Langsung Kembali Menambang 

Bagi pekerja di perusahaan tambang batu bara, libur dan merayakan Lebaran bersama keluarga, tergantung keberuntungan

Pulang Salat dari Perkampungan Warga, Langsung Kembali Menambang 
istimewa
Chandra Dwi, staf kontraktor satu perusahaan tambang batu bara di Binuang, Tapin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bagi pekerja di perusahaan tambang batu bara, libur dan merayakan Lebaran bersama keluarga, tergantung keberuntungan. Itu karena aturan enam dan dua.
"Maksudnya enam pekan bekerja, dua pekannya libur," ujar Chandra Dwi, satu staf kontraktor perusahaan batu bara di Binuang, Kabupaten Tapin.
Jadi, imbuh dia, bagi yang kurang beruntung terkait jadwal tadi, mau tak mau berhari raya di lokasi tambang.
Ditanya apakah bagi yang tidak libur berarti tetap bekerja di lapangan, menurut Chandra tidak selalu. "Itu tergantung pemilik lahan. Kalau dia memutuskan libur pada hari raya pertama, berarti pekerja punya banyak waktu menghubungi keluarga. Tapi tetap saja di lokasi karena harus mengawasi alat," tutur ayah satu anak ini.
Disinggung tentang lokasi Salat Id, Chandra menyebut tergantung kelengkapan fasilitas di areal tambang. Misal ketika dua tahun lalu bekerja di tambang di Satui, Kabupaten Tanahbumbu, dia dan rekan-rekannya bisa salat di lokasi. Karena di sana masjid.
"Kalau tahun lalu, kami keluar area tambang ke desa terdekat. Sekitar 10 menitan. Salat di sana, silaturahmi dengan warga," kenang Chandra yang tahun ini beruntung kena giliran off.
Kembali ke lokasi tambang, lanjut dia, lalu menyiapkan alat kemudian mulai bekerja sekitar pukul 10.00 Wita.
Bagi yang sudah lama bekerja di tambang, sambung dia, hal seperti itu bukanlah masalah. Sebaliknya, bagi yang baru, perlu adaptasi. (banjarmasinpost.co.id/m danu saputra)

Penulis: Mulyadi Danu Saputra
Editor: Mulyadi Danu Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help