Serambi Ummah

Niat Qadha Puasa Ramadhan dan Tata Cara Qadha Puasa Ramadhan Seperti Dicontohkan Rasulullah SAW

Memasuki bulan Syawal, banyak dimanfaatkan umat muslim untuk meng-qadha puasa Ramadhan.

Niat Qadha Puasa Ramadhan dan Tata Cara Qadha Puasa Ramadhan Seperti Dicontohkan Rasulullah SAW
Ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Memasuki bulan Syawal, banyak dimanfaatkan umat muslim untuk meng-qadha puasa Ramadhan.

Selain digunakan untuk ibadah sunnah, puasa enam hari di bulan Syawal.

Dilansir nu.or.id, “Qadha'” adalah bentuk masdar dari kata dasar “qadhaa”, yang artinya; memenuhi atau melaksanakan.

Adapun menurut istilah dalam Ilmu Fiqh, qadha dimaksudkan sebagai pelaksanaan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditentukan oleh Syariat Islam.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans TV Brasil vs Swiss Piala Dunia 2018 Grup E, Neymar Siap Main

Misalnya, qadha puasa Ramadhan yang berarti puasa Ramadhan itu dilaksanakan sesudah bulan Ramadhan.

Wajibkah Qadha' Puasa Dilaksanakan Secara Berurutan?

Qadha' puasa Ramadhan, wajib dilaksanakan sebanyak hari yang telah ditinggalkan, sebagaimana termaktub dalam Al-Baqarah ayat 184. Dan tidak ada ketentuan lain mengenai tata cara qadha' selain dalam ayat tersebut.

Adapun mengenai wajib tidaknya atau qadha ' puasa dilakukan secara berurutan, ada dua pendapat. Pendapat pertama, menyatakan bahwa jika hari puasa yang di­tinggalkannya berurutan, maka qadha' harus dilaksanakan secara berurutan pula, lantaran qadha' merupakan pengganti puasa yang telah ditinggalkan, sehingga wajib dilakukan secara sepadan.

Pendapat kedua, menyatakan bahwa pelaksanaan qadha' puasa tidak harus dilakukan secara berurutan, lantaran tidak ada satu­pun dalil yang menyatakan qadha ' puasa harus berurutan.

Sementara Al-Baqarah ayat 184 hanya menegaskan bahwa qadha' puasa, wajib dilaksanakan sebanyak jumlah hari yang telah ditinggalkan.

Halaman
1234
Penulis: Restudia
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help