Tapin

Sang Pencari Darah, Nihil Cari Pendonor Fauzi Rela Berikan Darah Sendiri untuk Disedot

Ketika tak dapat pendonor, Fauzi rela berikan darahnya tetapi niatnya ditolak tim unit transfusi darah (UTD)karena belum masuk waktu mendonor.

Sang Pencari Darah,  Nihil Cari Pendonor Fauzi Rela Berikan Darah Sendiri untuk Disedot
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
Fauzi, relawan pencari donor darah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pernah suatu ketika, Fauzi sudah mengerahkan segala upaya mencari pendonor, tetap juga tidak ada.

Fauzi akhirnya rela memberikan darahnya sendiri untuk didonorkan kepada pasien yang memerlukan, tetapi niat mulia Fauzi tersebut ditolak tim unit transfusi darah (UTD) RS Datu Sanggul Rantau.

Penolakan itu karena masa melakukan donor kembali belum masuk waktunya. Menurut Fauzi, baru boleh mendonor kembali setelah tiga bulan.

Menurut Fauzi, sering sekali pendonor merespons ingin mendonor ketika ada warga yang memerlukan darah, tetapi setelah dicek datanya, masih belum sampai waktu donor darahnya.

Dijelaskan Fauzi, dirinya punya data ratusan orang yang rutin mendonorkan darahnya. Jadi ketika perlu darah, sering mereka saya telepon, satu persatu.

"Memang menjadi relawan pencari darah ini harus sabar, terkadang puluhan kali menelepon para pendonor, baru ketemu. Bahkan terkadang diperlukan pagi, tengah hari, baru ketemu pendonor darah,"ucapnya. (banjarmasinpost.co.id/him)

Penulis: Ibrahim Ashabirin
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved