Ekonomi dan Bisnis

BI Perkuat Regulasi Uang Elektronik, Beberapa Perusahaan Telekomunimasi Sudah Kantongi Izin

Bank Indonesia perkuat regulasi penyelenggaraan uang elektronik melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.20/6/PBI/2018

BI Perkuat Regulasi Uang Elektronik, Beberapa Perusahaan Telekomunimasi Sudah Kantongi Izin
kontan
Kartu uang elektronik Flazz milik PT Bank Central Asia Tbk (BCA) masih menjadi daya tarik bank untuk membentuk co-branding di Flazz. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bank Indonesia perkuat regulasi penyelenggaraan uang elektronik melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik (UE).

Beberapa aspek penyelenggaraan UE yang diperkuat yaitu diantaranya penguatan aspek kelembagaan.

Aspek kelembagaan meliputi, pertama, modal disetor minimum untuk memastikan kondisi keuangan penyelenggara yang baik sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal bagi perekonomian Indonesia.

Kedua komposisi kepemilikan saham penerbit yang mengatur paling kurang 51% harus dimiliki oleh domestik untuk meningkatkan ketahanan dan daya saing industri UE nasional.

Baca: Profil Sabrina Chairunnisa yang Dikabarkan Dekat Deddy Corbuzier, Foto Mesranya Tersebar

Baca: Kisah Batu Menangis Bincau, Hiii Warga Pernah Lihat Sosok Makhluk Gaib Ini

Ketiga pengelompokan ijin penyelenggaraan UE yaitu kelompok penyelenggara front end dan penyelenggara back end yang bertujuan agar penyelenggara benar-benar fokus pada jenis kegiatan yang akan diselenggarakan.

Selanjutnya kepemilikan tunggal calon pemegang saham UE untuk peningkatan tata kelola dan menjaga persaingan usaha yang sehat dalam industri UE.

Hingga Bulan Juni 2018 di Indonesia total ada 28 perusahaan yang kantongi perizinan resmi sebagai penyelenggara UE dari Bank Indonesia.

Didominasi perbankan, beberapa perusahaan telekomunikasi juga sudah miliki izin terbitkan UE termasuk Telkom, Telkomsel, XL Axiata dan Indosat.

Sedangkan perusahaan berbasis marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak dan yang lainnya belum dapatkan izin untuk terbitkan UE nya sendiri.

"Seperti Tokopedia memang belum terdaftar, jadi belum bisa top up saldo," kata Manager Humas Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalsel, Abdul Haris. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved