Berita Banjarmasin

Ingin Dapat Kaki Palsu Malah Jadi Atlet, Ini Cerita Paralimpian Renang di Kalsel

Meluncur di air selicin belut bahkan Ahmad Zaini (38) menjadi perenang tercepat saat latihan pada Senin (18/6/2018)

Ingin Dapat Kaki Palsu Malah Jadi Atlet, Ini Cerita Paralimpian Renang di Kalsel
Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
Ahmad Zaini (38) sedang berlatih untuk persiapan Kejurnas 2018 di Jakarta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meluncur di air selicin belut bahkan Ahmad Zaini (38) menjadi perenang tercepat saat latihan pada Senin (18/6/2018) di Gelanggang Olahraga Hasanuddin.

Ya, sore itu, Izai sapaan akrabnya, sedang latihan renang persiapan Kejurnas di Jakarta.

Ia menjadi atlet National Paralympic Commitee (NPC) Kalimantan Selatan saat ini.

Menjadi paralimpian renang tak pernah terbayang oleh Izai. Jangankan berpikir menjadi seorang paralimpiade, ia bahkan tak pernah terbayang untuk menjadi seorang penyandang cacat.

Semua bermula saat Zaini masih menjadi sopir truk mengangkut batubara pada 2005 silam. Ya, sejak menjadi sopir truk pada 1996 hingga 2005 kehidupan Zaini normal.

Baru saja, lebaran Idulfirti 2018 membuka lebar ingatannya tentang kecelakaan tragis itu.

Ia terlahir normal, bukan cacat bawaan dari lahir. Kecelakaan pada Oktober 2005 lalu, tepatnya sepekan sebelum Idulfitri 2005. Sejak saat itu kehidupan Izai berubah.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans TV Inggris vs Tunisia Grup G Piala Dunia 2018 Malam Ini

Kaki kanannya patah, hingga harus diamputasi. Dua tahun Zaini menahan sakit karena tak dapat berjalan.

"Dulu kejar rit. Dari sore sampai malam wajib dapat dua rit. Mengambilnya dari Binuang diantar ke Trisakti," ceritanya.

Tak ada mimik kesedihan darinya saat reporter Banjarmasinpost.co.id menemuinya disela latihan untuk persiapan Kejurnas 2018.

Halaman
123
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help