Berita Banjarmasin

Ingin Dapat Kaki Palsu Malah Jadi Atlet, Ini Cerita Paralimpian Renang di Kalsel

Meluncur di air selicin belut bahkan Ahmad Zaini (38) menjadi perenang tercepat saat latihan pada Senin (18/6/2018)

Ingin Dapat Kaki Palsu Malah Jadi Atlet, Ini Cerita Paralimpian Renang di Kalsel
Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
Ahmad Zaini (38) sedang berlatih untuk persiapan Kejurnas 2018 di Jakarta. 

Ia bahkan bersyukur diberikan kehidupan dari Tuhan. Menurutnya, apa yang terjadi adalah takdir.

Lalu bagaimana ia bisa sampai menjadi paralimpiade renang Kalsel? Izai menceritakan, sejak 2005 hingga 2007 ia tak bisa berjalan. Namun, saat 2007 ia sudah bisa berjalan menggunakan tongkat.

Meski saat wawancara tak ada mimik kesedihan darinya, Izai mengaku pernah merasa putus asa dan minder dengan kondisinya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Grup G Piala Dunia 2018 : Belgia & Inggris Unggulan

Ia bahkan memilih bekerja di belakang rumah agar tak ada yang mengetahui dukanya. Ia memilih menjadi penyadap karet dilahan milik orang tuanya.

"Pernahlah saya merasa terbuang, cacat, minder, dan putus asa. Menjadi perenang bukan cita-cita saya," kata pria kelahiran 27 Juni 1979 ini.

Bungsu dari tujuh bersaudara ini rupanya ingin dapat kaki palsu. Bermula dari inilah awal karir atletnya dimulai.

Berbekal rujukan dari lurah di Desa Cabe Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar, ia dimasukkan ke panti rehbilitasi Dinas Sosial Kalsel.

Kemudian, ia masuk ke Lembaga Pusat Rehabilitasi Penderita Cacat Tubuh (LPRPCT) di Solo. Semangat hidupnya tumbuh dari sini.

Ia sadar bahwa ia tak sendiri. Bahkan, ada yang lebih menderita dari dirinya. "Di sana ada yang cacat sampai tak punya kaki. Saya bersyukur cuma satu kaki hilang," katanya.

Di Solo ia latihan renang selama enam bulan sebelum membela Kabupaten Banjar pada Porprov 2013 di Kabupaten Banjar.

Halaman
123
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved