Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Pencuri Ini Merusak Teralis Jendela Rumah Korban Saat Salat Id, Tapi Ditangkap

Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Seorang tersangka pencurian dengan pemberatan nekat beraksi

Pencuri Ini Merusak Teralis Jendela Rumah Korban Saat Salat Id, Tapi Ditangkap
kompas.com
Ilustrasi pencuri rumah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Seorang tersangka pencurian dengan pemberatan nekat beraksi pagi hari, saat pemilik rumah Murjani (35) sedang pergi ke masjid dalam rangka melaksanakan salat eid 1 syawal 1439 Hijriyah di dekat rumahnya, Jumat 15 Juni 2018 lalu.

Tersangka berhasil masuk setelah merusak teralis jendela rumah korban, sekitar pukul 07.30 wita, dan berhasil membawa sejumlah barang berharga.

Namun, hanya dalam waktu satu hari pria berinisal MF (25) yang ternyata satu kampung dengan korban tapi tinggal di RT yang berbeda, yaitu Desa Awang Besar Kecamatan Barabai, HST itu tertangkap Unit Buser Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah.

MF tertangkap Sabtu 17 Juni 2018 di rumahnya. Diapun tak bisa mengelak saat anggota Unit Buser menemukan sejumlah barang bukti di rumahnya tersebut.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Grup G Piala Dunia 2018 : Belgia & Inggris Unggulan

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, Senin (18/6/2018) menjelaskan, sejumlah barang bukti yang disita dari tersangka, berupa satu celengan bergambar Oscar’s Oasis yang sudah rusak, satu tas merek Indomie, satu unit note book warna hitam merk Lenovo lengkap dengan charger dan sarungnya berwarna hitam, satu PSP warna hitam merk sony, satu kamera digital warna hitam merk sony lengkap dengan sarungnya warna merah dan crem.

Selain itu, selembar uang tunai 20 ringgit Malaysia, selembar uang tunai satu ringgit Malaysia, selembar uang tunai lima 5 dollars dan selembar lagi dua dolar Singapore serta uang tunai Rp 201.000.

“Tersangka ditangkap setelah anggota Buser melakukan penyelidikan atas laporan korban, hingga identitas tersangka berhasil diketahui. Dia ditangkap di rumahnya, Sabtu 16 JUni 2018, pukul 11.00 Wita, lalu dibawa ke Polres HST bersama barang bukti,”kata Kapolres .

Baca: Komentar Dirjen Otda Soal Keraguan Netralitas M Iriawan yang Ditunjuk Jadi Pj Gubernur Jawa Barat

Disebutkan, tersangka MF pun akhirnya mengakui telah melakukan dugaan pencurian tersebut. Diapun hanya pasrah saat anggota Buser membawanya ke Mapolres untuk proses hukum.

“Tersangka dijerat pasal 363 KUHP, tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun,”kata Sabana Atmojo.

Mengenai kronologis pencurian yang dilakukan tersangka, Kapolres menjelaskan, tersangka memanfaatkan situasi, dimana saat itu hampir semua warga Awang Besar terpusat melaksanakan salat eid di Masjid setempat.

Saat itu, korban bersama keluarganya meninggalkan rumah sekitar pukul 07.00 Wita. Kondisi rumah korban sendiri, sudah dikunci, bahkan jendela rumahnya dilengkapi teralis.

Korban kaget, saat pulang dari salat eid terebut, menemukan bagian dapurnya berantakan.

Korban kemudian memeriksa barang berharga lainnya. Selanjutnya barang-barang bukti seperti yang disebutkan di atas tadi dilihat korban tak ada lagi. Termasuk uang tunai Rp 3 juta dan beberapa mata uang asing. Korban kemudian menyelidiki kondisi di rumahnya.

“Korban menemukan teralis jendela kamar dalam keadaan terbongkar. Ada bekas congkelan, dan pintu serta teralis bagian belakang rumahnya terbuka. Atas kejadian tersebut korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres HST,”kata Kapolres.

Dalam laporannya korban mengalami kerugian Rp 6 juta, dan dia langsung melaporkan peristiwa tersebut ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SKPT) dan menuntut pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved