Berita Tabalong

Pengunjung Terpaksa Harus Antri, Wisata Alam di Jaro Jadi Tujuan

Beberapa obyek wisata alam yang ada di Kecamatan Jaro menjadi tujuan masyarakat untuk mengisi liburan Idul Fitri.

Pengunjung Terpaksa Harus Antri, Wisata Alam di Jaro Jadi Tujuan
Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman
Suasana di air terjun Desa Lano 

BANJARMASIN.POST.CO.ID, TANJUNG-Beberapa obyek wisata alam yang ada di Kecamatan Jaro menjadi tujuan masyarakat untuk mengisi liburan Idul Fitri.

Terbukti, hampir semua tempat wisata alam yang ada dibanjiri pengunjung mulai hari H lebaran hingga beberapa hari setelah lebaran.

Obyek wisata alam di kecamatan Jaro tersebar di beberapa desa, ada yang berupa air terjun, arung jeram dan juga goa.

Pembina Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) se Kecamatan Jaro, Loki Santoso, Senin (18/6/2018), membenarkan, adanya peningkatan jumlah pengunjung di beberapa obyek wisata di Jaro.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans TV Swedia vs Korea Selatan Grup F Piala Dunia 2018 Malam Ini

"Iya seperti tahun-tahun sebelumnya, pengunjung obyek wisata di Jaro mengalami peningkatan," kata Loki.

Dicontohkan, seperti di air terjun Lano Desa Lano, pengunjung yang datang sampai mencapai sekitar 2.000 sampai 2.500 orang.

Kemudian di Liang Tapah, dalam sehari rata-rata pengunjung yang datang antara 1.500 sampai 2.000 orang.

Begitu pula di wisata arum jeram atau balantingan di Batu Rampai Desa Teratau, juga tak kalah padatnya olehnya pengunjung.

Bahkan karena jumlah yang membludak membuat pengunjung harus antri untuk bisa menikmati arung jeram mengunakan lanting atau ban dalam.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Grup G Piala Dunia 2018 : Belgia & Inggris Unggulan

"Pengunjung berasal dari beberapa daerah di kabupaten Tabalong, Balangan, Amuntai, Barabai, Bartim (Kalteng) dan Kaltim," katanya.

Diakuinya dengan banyaknya jumlah pengunjung, membuat perlengkapan di
wisata arum jeram atau balantingan di Batu Rampai Desa Teratau, sampai kekurangan.

Soalnya, jumlah ban dalam cuma sekitar 30 buah sementara rompi pelampung cuma sekitar 50 buah.

"Jadi sampai tidak cukup antrian dan banyak yang tidak sempat naik lanting," katanya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved