Berita Banjarmasin

Penumpang Kelotok Wisata Susur Sungai Menurun Dibanding Lebaran Tahun Lalu, Ini Penyebabnya

Wisata Susur Sungai Martapura yang ada di Siring Piere Tendean Banjarmasin mengalami penurunan jumlah penumpang

Penumpang Kelotok Wisata Susur Sungai Menurun Dibanding Lebaran Tahun Lalu, Ini Penyebabnya
BANJARMASINPOST.co.id/Abdurrahim
Kelotok mangkal di Siring Taman Bekantan Banjarmasin menunggu antrean membawa penumpang susur sungai. Foto diambil Selasa (19/6/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wisata Susur Sungai Martapura yang ada di Siring Piere Tendean Banjarmasin mengalami penurunan jumlah penumpang karena kelompok kapal yang awalnya ada di tiga tituk sekarang dijadikan dua saja, Selasa (19/6/2018) pagi.

Wisata Susur Sungai yang menjadi satu di antara destinasi favorit di Banjarmasin yang sering dikunjungi para wisatawan lokal maupun luar.

Namun, penumpang yang diharapkan makin tahun makin bertambah, ternyata tak seperti yang diharapkan.

Kepala motoris kelotok, Burhani (33) mengungkapkan alasan kenapa penumpang tahun ini mengalami penurunan dalam hal jumlah.

Baca: Dimsum Martabak Ayu Ting Ting Raih 99 Ribu Penonton 3 Hari Tayang, Lho Masih di Bawah 2 Film Ini

Baca: Kartika Putri Tepergok Naik Kora Kora Bersama Habib Usman, Saya Tidak Menikah dengan Suami Orang

Baca: Kisah Bocah Tawaf Sambil Berenang Saat Masjidil Haram Banjir Besar Tahun 1941, Ini Sosoknya

"Dulu titik Wisata Susur Sungai ini ada tiga titik, sekarang hanya terbagi menjadi dua titik atau tempat," ujarnya.

Tiga titik tersebut meliputi dekat Bekantan, di tengah dekat pasar terapung dan di dekat Menara Pandang, sekarang dijadikan dua titik di Dekat Bekantan dan Menara Pandang.

Hal tersebut untuk menghindari pihak-pihak yang ingin berkuasa di titik tengah dekat pasar terapung yang biasanya jadi pusat wisatawan.

"Karena ada perselisihan antar motoris yang bisa dibilang rakus ingin berkuasa di titik tengah tersebut, lalu saya usulkan saja ke Dinas Pariwisata untuk membagi jadi dua kelompok saja," ungkap Burhani.

Dengan ditiadakannya titik atau pangkalan kelotok di dekat pasar terapung hal ini menyebabkan penurunan jumlah penumpang.

"Kalau dulunya bisa meraup sekitar 40.000 penumpang perbulannya, sekarang hanya sekitar 24.000 penumpang," kata Burhani.(Banjarmasinpost.co.id/ Abdur Rahim)

Penulis: Abdur Rahim
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help