B Focus Urban Life

Pihak Panti Mengedepankan Jompo yang Mandiri, Kenyataannya yang Masuk Dalam Kondisi Ini

Hal itu dikarenakan selain mendaftar langsung ke PSTW, harus pula, mendapatkan rekomendasi dari Dinas Sosial asal mereka.

Pihak Panti Mengedepankan Jompo yang Mandiri, Kenyataannya yang Masuk Dalam Kondisi Ini
banjarmasinpost.co.id
Dua orang penghuni panti jompo sedang bersantai bersama dua petugas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - TIDAK mudah untuk masuk menjadi penghuni PSTW Budi Mulia.

Hal itu dikarenakan selain mendaftar langsung ke PSTW, harus pula, mendapatkan rekomendasi dari Dinas Sosial asal mereka.

Setelah terdaftar, dan mendapatkan rekomendasi, orang yang didaftarkan juga harus disurvei kelayakannya untuk masuk ke PSTW.

Syarat yang ditetapkan untuk menjadi penghuni PSTW adalah sehat jasmani dan rohani, usia 60 tahun ke atas, dan dari keluarga tidak mampu atau telantar.

Baca: Kala Maia Estianty Mengenang Rumah Bersama Ahmad Dhani, Berkunjung Usai Libur Lebaran Bareng Pacar

Kebanyakan tambah pekerja sosial PSTW Budi Sejahtera, kata Suyono, orang jompo yang diantar adalah orang jompo yang sudah uzur.

Sudah tidak bisa berdiri kembali dan hanya menunggu ajal.

Akibatnya saat ini jumlah jompo bedrest juga terus bertambah.

Padahal PSTW mengedepankan orang jompo yang mandiri, tak hanya perlu dilayani, namun juga bisa berkarya dengan mengikuti kegiatan senam hingga pelatihan wirausaha misalnya menjahit dan merajut.

Baca: Kartika Putri Tepergok Naik Kora Kora Bersama Habib Usman, Saya Tidak Menikah dengan Suami Orang

Pemerintah daerah, menurutnya, harus aktif dalam memberi rekomendasi dan juga harus lebih peduli dengan warga yang dititipkan.

Selama ini peran Pemda dalam mengurangi jompo terlantar masih minim.

Bahkan yang sering menjadi permasalahan adalah jompo yang tak memiliki NIK.

Padahal NIK sebutnya sangat diperlukan karena untuk kepengurusan BPJS dan lain-lain.

"Kalau bisa pemerintah daerah sebelum memberi rekomendasi tolong dibuatkan NIK dulu di daerah, walaupun tidak bisa KTP, NIK saja juga tidak masalah," tambahnya.

Baca: Kisah Bocah Tawaf Sambil Berenang Saat Masjidil Haram Banjir Besar Tahun 1941, Ini Sosoknya

Kebanyakan setelah menitipkan orang jompo ke PSTW Pemda tak pernah memerhatikan orang jompo yang dititipkan.

"Untungnya, kami masih banyak yang mau menyumbang makanan dan lainnya. Seringnya, mereka dikasih uang jajan, karena dari panti tidak memberi uang jajan, "ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help