Opini

Rektor UIN Antasari : Lebaran Tanpa Salaman

Lebaran dan salaman seolah dua sisi dari mata uang yang sama. ‘Lebaran’ adalah istilah Indonesia untuk Hari Raya Idulfitri (Lebaran Puasa) atau

Rektor UIN Antasari : Lebaran Tanpa Salaman
dony usman
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Lebaran dan salaman seolah dua sisi dari mata uang yang sama.

‘Lebaran’ adalah istilah Indonesia untuk Hari Raya Idulfitri (Lebaran Puasa) atau Iduladha (Lebaran Haji).

Mungkin saja, kata ‘lebaran’ diambil dari kata ‘lebar’ sebagai lawan dari ‘sempit’.

Pada hari itu, tidak hanya pintu rumah dibuka lebar untuk para tamu, tetapi juga pintu hati untuk memberi maaf, yang disimbolkan dengan bersalam-salaman.

Istilah ‘salaman’ atau ‘bersalaman’ juga menarik.

Istilah ini berasal dari kata Arab salam yang artinya damai-sejahtera, dan bentuk transitifnya adalah islam artinya mendamaikan dan mensejahterakan.

Prof Mujiburrahman
Prof Mujiburrahman (BANJARMASINPOST.co.id/edi nugroho)

Bersalaman berarti saling menjabat tangan, atau minimal saling bersentuhan jari, sebagai tanda saling menghormati dan memaafkan.

Dengan saling memaafkan, hidup akan terasa damai dan mendamaikan.

Biasanya, bersalaman itu diiringi ucapan: minal aidin walfaizin, maaf lahir dan batin.

Entah kapan mulai digunakan, yang pasti ungkapan ini sudah baku di Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved