Berita Banjarmasin

Kondisi Pasar Pekauman Kian Sepi, Pembeli Lebih Memilih Pasar Modern Omzet Merosot

Beberapa hari setelah lebaran 2018, aktivitas Pasar Pekauman di Jalan Rantauan Darat Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin mulai terlihat

Kondisi Pasar Pekauman Kian Sepi, Pembeli Lebih Memilih Pasar Modern Omzet Merosot
banjarmasinpost.co.id/nurus syobah
Beberapa toko di Blok A Pasar Pekauman Banjarmasin tampak tutup dikarenakan pedagang yang gulung tikar, Rabu (20/6/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Beberapa hari setelah lebaran 2018, aktivitas Pasar Pekauman di Jalan Rantauan Darat Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, sudah mulai terlihat, Rabu (20/6) pagi.

Banyak toko dan lapak pedagang terlihat sudah buka dan berjualan seperti biasa. Namun, ketika masuk ke dalam pasar akan terlihat sebagian toko pada blok A masih sepi dan tutup.

Hj Mastina (54) mengungkapkan bahwa sepinya blok A bukan dikarenakan pedagang belum mulai berjualan, tapi memang tidak ada penyewa di blok tersebut.

"Sebagian memang belum buka, tapi kebanyakan memang tidak ada yang sewa karena sepi pembeli," ujar Hj Mastina pada Bpost Rabu pagi.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live Trans TV) Portugal vs Maroko Piala Dunia 2018 Grup B, Ronaldo Tampil

Pedagang yang sudah berjualan lebih 30 tahun ini menyebutkan bahwa akibat banyaknya pasar modern, penghasilan pedagang terutama sembako menjadi turun. 

Hal ini menyebabkan beberapa pedagang yang awalnya menyewa toko atau lapak di Pasar Pekauman gulung tikar dan pindah ke tempat lain.

Hj Mastina juga mengatakan bahwa selama beberapa tahun terakhir, penghasilannya turun drastis. 

Suasana Pasar Pekauman Banjarmasin
Suasana Pasar Pekauman Banjarmasin (banjarmasinpost.co.id/nurur syobah)

"Dulu, omzet saya dalam sehari bisa Rp 1 sampai 3 juta. Kalau sekarang tidak menentu, kadang hanya bisa Rp 200 ribu," ungkapnya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans TV Portugal vs Maroko di Grup B Piala Dunia 2018 Malam Ini

Membahas permasalahan tersebut, Bendahara Pengurus Pasar Pekauman, Sahruni (40) membenarkan bahwa kejadian ini sudah lama terjadi.

"Pedagang sudah sering mengeluh pada kami, ditambah sekarang banyak sekali dibangun minimarket dan supermarket di dekat pasar. Harusnya kan tidak boleh, kasihan para pedagang pasar tradisional," pungkasnya. 

Sahruni berharap semoga pemerintah membantu mencarikan solusi terbaik supaya pasar tradisional tidak tenggelam karena banyaknya pasar modern di Banjarmasin. (Banjarmasinpost.co.id/nurus syobah)

Penulis: Nurur Syobah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help