Berita Banjarbaru

Penyerum Ikan Tewas Kesetrum Alat Sendiri di Banjarbaru, Ini Kata Kapolsek Banjarbaru Barat

Setrum ikan balik setrum tubuh sendiri merupakan dampak paling berbahaya dari menangkap ikan dengan cara menyetrum ikan.

Penyerum Ikan Tewas Kesetrum Alat Sendiri di Banjarbaru, Ini Kata Kapolsek Banjarbaru Barat
HO/Polsek Banjarbaru
Alat Setrum ikan milik penyetrum ikan yang diamankan polisi di Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setrum ikan balik menyetrum tubuh sendiri merupakan dampak paling berbahaya dari menangkap ikan dengan cara menyetrum ikan.

Kasus Gazali Rahman yang tewas akibat tersetrum tubuhnya sendiri saat mencari ikan di belakang makam Mulia Sejahtera kilometer 20,2 Banjarbaru, Selasa (19/02018) tengah malam menjadi pelajaran bagi masyarakat.

Menurut Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Syaiful Bob saat dihubungi, Rabu (20/06/2018) itulah dampak berbahaya dari mengambil ikan dengan cara menyetrum.

Padahal menyetrum ikan sudah dilarang Pasal 84 ayat 1 UU RI No 45/2009 tentang perubahan UU RI No.31/2004 tentang Perikanan, yang ancaman hukumannya lima tahun penjara.

"Kalau ketahuan menyetrum orangnya itu kena langsung, lima tahun penjara, tapi karena ditemukan sudah dalam keadaan meninggal jadi ini menjadi pelajaran bagi masyarakat," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans TV Iran vs Spanyol di Grup B Piala Dunia 2018 Malam Ini

Dalam tiga tahun ini sebutnya belum pernah ada kejadian orang yang tewas tersetrum tubuhnya sendiri saat mencari ikan. Kebanyakan pencari ikan di Lianganggang dan Landasan Ulin mengambil ikan dengan cara memancing di rawa-wara.

Gazali Rahman (25) sendiri awalnya menghilang pada Senin (18/06/2018) siang setelah diantar untuk mencari ikan di belakang makam Mulia Sejahtera. Setelah dua hari tak pulang ke rumah keluarga pun meminta pertolongan TIM SAR Dan emergency Landu Rescue beserta emergency gabungan Kota Banjarbaru untuk melakukan pencarian.

Warga Jalan Soebardjo atau lingkar selatan RT 09 Landasan Ulin Tengah Lianganggang tersebut tewas dengan alat setrum yang menempel di tubuhnya. Saat dievakuasi, tubuh korban membengkak.

Ia ditemukan dalam keadaan tertelungkup di dalam air di rawa. Diduga tambah Syaiful Bob, korban tercebur ke dalam air saat menyetrum ikan. Akibat dari air yang masih mengandung aliran listrik ia pun tewas karena tersengat arus listrik yang ia bawa yakni berupa aki dan kabel.

Korban dibawa ke RSD Idaman Banjarbaru untuk diotopsi. Namun pihak keluarga mengaku ikhlas dan menolak untuk dilakukan otopsi. (Banjarmasinpost.co.id /milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help