Kriminalitas Tanahlaut

Selama Enam Bulan, 34 Kasus Mabuk Oplosan Ditindak Pidana Ringan

Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Tanahlaut terus melakukan penertiban bagi warga yang kedapatan mabuk-mabukan

Selama Enam Bulan, 34 Kasus Mabuk Oplosan Ditindak Pidana Ringan
Miras oplosan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Tanahlaut terus melakukan penertiban bagi warga yang kedapatan mabuk-mabukan di ruang publik.

Itu dikatakan Kepala Satuan Sabhara Polres Tanahlaut, AKP Ruswiadi dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Rabu (20/6/2018).

Riswiadi mengaku selama Januari hingga Juni 2018 ini, sudah 34 kasus oknum masyarakat yang diajukan kepada hakim Pengadilan Negeri Pelaihari untuk dituntut tindak pidana ringan akibat mabuk.

Selebihnya 11 kasus, ungkap Riswiadi dilakukan pembinaan karena pelaku belum dewasa atau berusia 18 tahun dan tidak ditemukan barang bukti hasil kejahatan mabuk-mabukan berupa bekas botol alkohol atau sejenis oplosan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans TV Portugal vs Maroko di Grup B Piala Dunia 2018 Malam Ini

Dalam pengembangan kasus, Riswiadi mengaku terkendala tidak ada regulasi yang dapat membawa pengedar atau penjual alkohol untuk diajukan kepada Pengadilan Negeri Pelaihari. Itu diakuinya karena alkohol serta obat batuk jenis Komisi yang diakui pelakunya ditelan 10 butir sekaligus itu ternyata dijual bebas di toko kelontongan.

"Sebelum ada regulasi yang jelas membatasi peredaran alkohol dan obat bagi toko kelontongan. Kegiatan anggota kami tetap melakukan penertiban bagi penyalahgunaan alkohol oplosan bila kedapatan di tengah umum," katanya.

Baca: Live Trans TV! Jadwal Siaran Langsung Uruguay vs Arab Saudi di Grup A Piala Dunia 2018 Malam Ini

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahlaut, Junaidi menjelaskan alkohol termasuk bahan medis yang dapat dijual bebas. Itu karena obat antiseptik atau untuk pembersih luka, dapat dibeli tanpa resep dokter dan boleh dijual di toko obat dan apotik, serta klontongan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahlaut tidak berwenang mengawasibperrdafan alkohol ataupun obat bebas yang disalahgunakan untuk mabuk. Itu kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan di Banjarmasin.

"Petugas BPOM rutin melakukan pengawasan dan pengecekan di apotik puskesmas dan Aapotik rumah sakit di Kabupaten Tanahlaut. Termasuk toko Obat dan Apotik. Kalau toko klontongan tidak diawasi," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help