Berita Regional

Budayawan Batak: Badai dan Kapal Tenggelam di Danau Toba Akibat Dibunuhnya Ikan Mas 'Raksasa'

Tulisan Sirait tentang kaitan ikan mas raksasa dan kecelakaan kapal di akun Facebook-nya itu viral dan dibagikan ribuan kali

Budayawan Batak: Badai dan Kapal Tenggelam di Danau Toba Akibat Dibunuhnya Ikan Mas 'Raksasa'
Tribun Medan
Isak tangis keluarga di lokasi posko Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (19/6/2018). Kapal Motor Sinar Bangun yang membawa 128 penumpang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara pada 18 Juni 2019. Hingga kini Basarnas berhasil menemukan 18 korban selamat dan satu korban meninggal dunia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MEDAN - Budayawan muda Batak, Rismon Raja Mangatur Sirait meyakini badai besar dan tenggelamnya KM Sinar Bangun terkait penangkapan ikan mas raksasa oleh masyarakat sekitar Danau Toba sehari sebelumnya.

Tulisan Sirait tentang kaitan ikan mas raksasa dan kecelakaan kapal di akun Facebook-nya itu viral dan dibagikan ribuan kali sejak dimuat Rabu (20/6/2018) siang.

Menurut Sirait, Sabtu (17/6/2018) sekitar pukul 16.30, seorang pemancing di Desa Paropo, Tao Silalahi, mendapatkan ikan mas seberat 14 Kg.

Baca: Ikan Mas Raksasa dan Cerita Mistis di Balik Tragedi Karamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Hasil pancingan ini cukup menghebohkan warga sekitar karena ukurannya yang luar biasa.

Sirait bahkan menyatakan bahwa ikan itu adalah ikan mas terbesar yang pernah didapat di Danau Toba dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

Baca: Jualannya Sih Biasa Saja, Tapi Penjaga Warungnya Cantik dan Menggoda

“Bicara hal mistis, percaya atau tidak percaya, semua kembali ke pribadi masing-masing,” tulisnya.

Baca: Geger! 5 Balita Ditemukan di Dalam Kamar Rumah Kontrakan, Kondisinya Kotor, Kelaparan dan Menangis

“Menurut cerita di sana, para pemancing tidak mengindahkan larangan dan saran orangtua agar ikan mas ini dilepas kembali ke Danau Toba,” tegas Sirait.

Sirait mengatakan, dengan bangganya para pemancing tidak mengindahkan saran orang tua disana dan langsung membawa ikan mas ini ke rumah untuk di masak dan dimakan.

Sehari kemudian, sambung Sirait, terjadilah angin puting beliung di atas Danau Toba tepat di Tao Silalahi Paropo, hingga menimbulkan ombak besar.

Menurut warga di pinggiran Danau Toba, sebelumnya belum pernah melihat ombak setinggi 3-4 meter dan ketebalan ombak 2 meter seperti yang terjadi pada sore itu.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved