Fenomena Miras Oplosan

Di HST, Dua Obat Batuk Merk Ini Lebih Laku Dibanding Merk Lainnya

Soal peredaran obat pencampur oplosan yang sering disalahgunakan, seperti k***x, mi****n serta barang perlengkapan kesehatan

Di HST, Dua Obat Batuk Merk Ini Lebih Laku Dibanding Merk Lainnya
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Soal peredaran obat pencampur oplosan yang sering disalahgunakan, seperti k***x, mi****n serta barang perlengkapan kesehatan seperti alkohol, salah satu pedagang di toko obat Pasar Hanyar Barabai, mengatakan di HST obat jenis tersebut setahun terakhir mulai jarang dipasok pedagang farmasi.

"Kami tidak tahu alasannya apa. Yang jelas, pasokan obat tersebut ke semua toko obat mulai berkurang sebelum zenith masuk golongan narkoba yang bisa dijerat UU Antinarkoba," ungkap Syarifah, pedagang obat di Pasar Hanyar, Rabu (20/6).

Bahkan, sebut dia, alkohol 70 persen tidak lagi dipasok lagi ke toko-toko obat berizin, sejak sering disalahgunakan.

Baca: Kisah Petugas Kamar Mayat RSUD Ulin: Serem Anak Istri Dihantui, Rumah Tiba-tiba Bau Busuk

Baca: Kisah Penjaga Kamar Mayat RSUD Ulin, Miliki Cara Unik yang Tak Lazim Atasi Bau Busuk Mayat

"Informasi yang kami peroleh di daerah lain masih dipasok normal. Kalau di Barabai hanya di toko tertentu saja," imbuhnya.

Diakui Syarifah, obat jenis k***x dan m****n, lebih laku dibanding obat jenis lain.

Namun, karena dipasok terbatas, pedagang hanya menjual sesuai stok yang ada.

"Kami juga tak bisa melarang orang membeli dan menanyakan satu persatu untuk apa. Karena secara etiket obatnya memang obat bebas. Tapi sekali lagi tak banyak pasokan obat jenis ini," ujar Syarifah.

Baca: Hasil 3 Laga Piala Dunia 2018 Matchday Ke-8: Messi Cs Tidak Aman, Perancis Lolos 16 Besar

Baca: 5 Manfaat Mandi Pagi Sebelum Subuh, Salah Satunya untuk Kesuburan Wanita

Sementara Anang, pedagang obat di Pasar Raya Rantau, berujar dirinya menjual beragam obat-obatan termasuk alkohol.

Anang mengaku mengetahui salah satu bahan miras oplosan adalah alkohol.

Itu sebabnya dia pun sangat selektif memilih pembeli di toko obatnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved