Fenomena Miras Oplosan

Harga Zenith Rp 70 Ribu Per Keping, Pemabuk di Tapin Beralih ke Tiga Bahan Ini

Pascaditetapkannya penyalahgunaan zenith sama dengan penyalahgunaan narkoba, informasi yang diperoleh harga zenith (charnophen)

Harga Zenith Rp 70 Ribu Per Keping, Pemabuk di Tapin Beralih ke Tiga Bahan Ini
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pascaditetapkannya penyalahgunaan zenith sama dengan penyalahgunaan narkoba, informasi yang diperoleh harga zenith (charnophen) yang dulu hanya Rp 20 ribu per keping (isi 10 biji) kini menjadi Rp 70 ribu per keping.

Mahalnya obat terlarang itu membuat para pemabuk beralih ke minuman oplosan.

Fenomena ini terlihat di Rantau, Kabupaten Tapin.

Baca: Kuliner Ekstrem dari Afrika Barat ini Tampak Lezat Tapi Lihat Bahannya, Menjijikkan! Lihat Videonya

Pantauan BPost pada pagi hari di Rantaubaru dan Lapangan Dwi Dharma Rantau beberapa waktu lalu, sering ditemukan botol alkohol, minuman bersoda dan minuman berenergi.

Bekas-bekas botol dan kemasan tersebut sering kali ditemukan di tempat tersebut sebelum Ramadan tadi.

Menurut warga, botol alkohol dan bungkusan minuman lainnya itu adalah bekas para pemabuk yang membuat minuman oplosan.

Iptu salahuddin Kurdi, Kapolsek Tapin Utara membenarkan ada kecenderungan, setelah sabu dan zenith/carnophen sulit ditemukan, akhirnya segelintir orang yang senang mabuk beralih ke oplosan.

"Tapi ini memang perlu analisa ilmiah, apa benar kecenderungan itu terjadi," jelas dia.

Baca: Kisah Petugas Kamar Mayat RSUD Ulin: Serem Anak Istri Dihantui, Rumah Tiba-tiba Bau Busuk

Bahan minuman keras oplosan itu terdiri dari alkohol, soda dan minuman bersoda dicampur (oplos) agar bisa mabuk.

Salahduddin tak menampik, bahan-bahan itu banyak dijual di pasaran, sehingga pihaknya sulit mencegah atau melarang orang/pedagang menjual barang tersebut.

Salah satu pencegahan yang dilakukan kepolisian adalah merazia minuman oplosan di acara momen-momen tertentu.

Baca: Jessica Iskandar Terciduk Lagi Bersama Richard Kyle, Calon Bapak El Barack

“Karena mabuk oplosan itu sering muncul di acara keramaian musik terbuka,” ungkapnya.

Cara lainnya, sebut dia, adalah peran orangtua dan sekolah untuk memantau dan membimbing anak-anaknya agar jangan terlihat mabuk-mabukan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help