Fenomena Miras Oplosan

Pelaku Pengoplos Tuak Hanya Dikenakan Tindak Pidana Ringan

DI Kabupaten Hulu Sungai Tengah, minuman oplosan yang tengah ngetren adalah tuak (minuman tradisional dari air nira).

Pelaku Pengoplos Tuak Hanya Dikenakan Tindak Pidana Ringan
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - DI Kabupaten Hulu Sungai Tengah, minuman oplosan yang tengah ngetren adalah tuak (minuman tradisional dari air nira).

Para pelaku mengoplos tuak dengan alkohol dan minuman energi.

Polres HST dalam beberapa Operasi Pekat telah menyita 1.000-an liter lebih tuak bahan oplosan dan mengamankan tersangka pelakunya.

Para tersangka telah diadili di PN Barabai.

Baca: Kuliner Ekstrem dari Afrika Barat ini Tampak Lezat Tapi Lihat Bahannya, Menjijikkan! Lihat Videonya

Namun, pelaku hanya dikenakan tindak pidana ringan dengan hukumanya hanya berupa denda dan percobaan tiga bulan.

Baca: Kisah Petugas Kamar Mayat RSUD Ulin: Serem Anak Istri Dihantui, Rumah Tiba-tiba Bau Busuk

"Sekarang, peredaran oplosan, khususnya tuak, sudah diminimalisir dengan dilakukan tindakan hukum terhadap pelaku. Masyarakat setempat juga telah memberikan sanksi soasial dengan mengusir pelaku dari kampung tempat memproduksinya di Kecamatan Batangalai Utara,"kata AKBP Sabana Atmojo, Kapolres HST, melalui Kasat Sabhara, AKP Anton Silalahi, Rabu (20/6).

Baca: Inilah Penjebol Pertama Gawang Argentina yang Membuat Kroasia Unggul 1-0 di Menit 53

Anton menyebut, bahan campuran minuman memabukkan, selain tuak, adalah alkohol, serta minuman energi.

"Kami tak bisa mengenakan UU Pangan, karena terkendala soal pemeriksaan bahan, yang memerlukan waktu lama, dan prosedur yang membutuhkan waktu untuk mengirim sampel ke BPOM," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved