Berita Banjarmasin

Perempuan Cantik Ini Minta Dukungan Masyarakat Agar 'Jamban' Terapung 'Dilenyapkan'

Namun seiring waktu keberadaan sungai pun mulai berkurang dan juga problem lainnya seperti pencemaran dan lainnya.

Perempuan Cantik Ini Minta Dukungan Masyarakat Agar 'Jamban' Terapung 'Dilenyapkan'
Istimewa
Dokter Galuh Tantri Narindra 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Provinsi Kalimantan Selatan dikenal dengan sumber daya alam dan juga ciri khasnya yakni banyaknya sungai yang mengalir di setiap kota dan kabupaten. Dan juga tak lepas dengan dua nama sungai besar yang ada yakni Sungai Barito dan Martapura.

Karena itu tak heran banyak masyarakat berdomisili di sepanjang sungainya dan sungai juga menjadi urat nadi transportasi dan perekonomian sejak dulu. Keindahan sungai juga menjadi daya tarik tersendiri.

Namun seiring waktu keberadaan sungai pun mulai berkurang dan juga problem lainnya seperti pencemaran dan lainnya.

Baca: Live Trans TV & Trans7 - Berikut Cara Nonton Live Streaming Piala Dunia 2018 Lewat HP

Ibu muda Dr Galuh Tantri Narindra , ST, MT mengungkapkan bahwa tak dipungkiri bahwa Kalimantan terkenal dengan sungainya dimana gambaran kejayaan permukiman tradisional zaman dulu yang perlu dilestarikan.

"Akan tetapi seiring perkembangan zaman, kawasan permukiman ini terus mengalami degradasi berupa kerusakan dan pencemaran," ucap Tantri yang juga merupakan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Enataan Ruang Kabupaten Banjar ini.

Baca: Live Trans TV! Jadwal Siaran Langsung Brasil vs Kosta Rika di Grup E Piala Dunia 2018, Neymar Siap!

Istri dari M Riza Dauly, ST, MT menambahkan bahwa banyak penyebab pencemaran sungai namun pencemaran sungai dominan karena limbah domestik. Sehingga saat ini di kabupaten Banjar mencanangkan “Program penghapusan jamban terapung”

Pasalnya data di LH Provinsi e-coli di sungai Martapura kurang lebih 9000 ml/det (atau berkali-kali lipat dari angka standar 100 ml/det)
persoalan besar adalah isue Stunting ketika orang terpapar diare (kurang gizi) tahunan.
"Ditambah dengan masyarakat masih mengkonsumsi air sungai untuk keperluan rumah tangga," jelas ibu dari M Athalia Fazyan Dauly dan Mikalia Adzkia Dauly.

Ia mengaku terkadang mengaku miris melihat di kota yang cukup lengkap infrastrukturnya, ternyata dengan jarak beberapa kilometer bahkan masih kawasan perkotaan masih banyak saudara kita yang minim infrastruktur khususnya persoalan sanitasi.

Dan berharap hal ini bisa menyadarkan masyarakat mau melaksanakan program penghapusan jamban terapung. Dimana harapannya dari program menjadi sebuah gerakan untuk mengembalikan peradapan sungai.

"Harapan terbesar, kejayaan sungai dapat dikembalikan serta dapat bersanding sinergis dengan kehidupan masyarakat tanpa saling mengganggu fungsinya masing-masing," ucap Tantri yang juga ketua Masyarakat Peduli Sungai (Melingai) di Kabupaten Banjar ini.

(Banjarmasinpost.co.id/irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help