Kriminalitas Hulu Sungai Utara

Polres HSU Kembali Ungkap Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

Tindak pidana pelecehan seksual dan pencabulan di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan anggota

Polres HSU Kembali Ungkap Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur
istimewa
Barang bukti 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Tindak pidana pelecehan seksual dan pencabulan di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan anggota Polres HSU telah berhasil mengamankan pelaku.


Kronologi hingga terjadinya tindak pencabulan tersebut bermula pada Jumat (20/04/2018) sekitar pukul 20.00 Wita.

Korban berinisial SI perempuan berusia 15 tahun ini disuruh oleh orangtua untuk membeli obat.

Korban yang merupakan warga Desa Sungai Bahadangan Kecamatan Amuntai Tengah ini membeli obat ke kota Amuntai.

Baca: Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati, Saya Tidak Banding

Pelaku lelaki berinisial RA lelaki berusia 21 tahun menawarkan diri untuk mengantarkan korban, dan setelah sampai di toko obat ternyata tutup.

“Pelaku saat itu mengajak korban untuk jalan-jalan berkeliling dan saat sampai di daerah persawahan di Desa Karias, pelaku mengajak korban ke semak-semak dan memaksa korban serta mengancam kemudian menyetubuhi korban di area persawahan tersebut,” ujar Kapolsek Amuntai Kota Ipda Taufik.

Baca: Viral, Pendaki Wanita Terkena Hipotermia Usai Ditinggal Teman Pendaki Lain, Begini Klarifikasinya

Setelah menyetubuhi, korban diantarkan kembali ke rumah dan korban menceritakan kejadian tersebut kepada tante korban.

Mengetahui hal tersebut, tante korban Novia Rosida (31) warga Desa Sungai Bahadangan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Amuntai Kota.

Setelah melakukan penyelidikan Polsek Amuntai Kota berhasil mengamankan pelaku RA, saat dilakukan penangkapan dan tidak melakukan perlawanan, Rabu (20/06/2018) pukul 10.00 Wita.

Baca: Ratna Galih Ungkap Rahasia Nikahi Pengusaha Tambang Tajir Usai Kandas dengan Raffi Ahmad dan Ibas

Pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Amuntai Kota untuk proses hukum selanjutnya.

Kasus ini masuk dalam tindakan persetubuhan dengan anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 81 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan AnakTindak.

Dimana pidana setiap orang yang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain atau setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

"Kami masih melakukan pengembangan mengenai kronologi hingga pelecehan seksual tersebut bisa terjadi, sebelumnya telah meminta keterangan dari korban dan beberapa saksi" ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan berupa baju serta pakaian dalam yang digunakan korban saat kejadian.

Ipda Taufik juga mengimbau kepada orangtua dan masyarakat untuk lebih menjaga anak anak mereka terlebih yang masih dibawah umur, untuk menjaga pergaulan serta tidak membiarkan keluar rumah sendirian terlebih pada malam hari.

Serta membekali anak dengan ilmu agama serta budi pekerti dan memberikan pengetahuan apa yang perlu dilakukan jika mendapatkan perlakuan tidak sopan dari orang, serta tidak mudah percaya dengan orang asing.

Memberi pengertian kepada anak jika berada di posisi sedang terpojokkan dengan cara berteriak atau berlari mencari bantuan serta menceritakan apa yang telah dialami.

“Masyarakat di lingkungan juga peduli dan tidak cuek dengan pergaulan anak anak disekitar lingkungan tempat tinggal,” ungkapnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved