Berita Hulu Sungai Tengah

Selama Liburan Idul Fitri, Pendapatan dari Objek Wisata Pagat Rp 100 Juta, Manggasang Pun Ramai

Liburan masa lebaran idul Fitri merupakan masa "panen" bagi pengelola objek wisata, baik yang dikelola pemerintah

Selama Liburan Idul Fitri, Pendapatan dari Objek Wisata Pagat Rp 100 Juta, Manggasang Pun Ramai
ISTIMEWA
Wisata menyusuri sungai menggunakan perahu karet yang dikelola warga Desa Natih, Kecamatan Batangalai TImur HST.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Liburan masa lebaran idul Fitri merupakan masa "panen" bagi pengelola objek wisata, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta.

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sejak hari kedua Idul fitri, 2 Syawal 1439 Hijriah, atau 16 JUni lalu, sampai sekarang tempat wisata tersebut masih ramai dikunjungi.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olah Raga, kebudayaan dan Pariwisata HST, Fachrurazi, kepadabanjarmasinpost.co.id, Jumat (22/6/2018) mengakui terjadinya lonjakan pengunjung tersebut, tiap libur idul fitri, khususnya wisata alam Pagat, yang dikelola pemerintah daerah.

Menurutnya, meski tahun ini terjadi penurunan dari sisi jumlah wisatawan yang berkunjung, namun secara total tingkat kunjungan ke seluruh objek wisata diperkirakan terjadi kenaikan karena makin bertambahnya objek wisata yang dikelola swasta maupun masyarakat.

Baca: Live Trans TV! Jadwal Siaran Langsung Brasil vs Kosta Rika di Grup E Piala Dunia 2018, Neymar Siap!

Khusus untuk objek wisata Pagat, di Kecamatan Batubenawa, selama libur lebaran, Pemkab HST menerima Rp 100 Juta pendapatan asli daerah. Sedangkan di Loklaga, Desa Muui, Kecamatan Haruyan, yang juga dibawah pengelolaan pemkab HST, sampai sekarang belum dilaporkan pihak petugas setempat.
"Dibanding tahun lalu, dari sisi pendapatan memang menurun, karena pengunung tak lagi terpusat di Pagat, tapi juga di Taman Outbond Baruh Bunga Desa Haliau, wisata pemandian di Sungai Manggasang, serta wisata alam lainnya, yang diluar pengelolaan pemerintah kabupaten,"sebut Fachrurazi.‎

Mengenai wisata pemandian di kolam air panas, desa Murung B, menurut Fachrurazi, pemerintah kabupaten telah menutup sementara masalah pembebasan lahan belum diselesaikan.

"Kami tidak memantau tingkat kunjungan di sana, karena pemkab HST menutup sementara. Kalaupun ada kunjungan, dipungut masyarakat setempat,"katanya.

Diakui, sampai sekarang objek wisata di Kecamatan Batubenawa dan Hantakan tersebut masih dikunjungi wisatawan, meski jumlah pengujung sudah menurun, seiring berakhirnya cuti bersama PNS 21 Juni dan 24 Juni bagi karyawan BUMN.

Sementara, tempat pemandian di Manggasang, Sungai Benawa desa Wake, Kecamatan Hantakan, masih menjadi tempat favorit wisatawan lokal maupun luar daerah. Apalagi, saat ini kondisi air di sungai benawa sedang surut, dan jernih sehingga wisatawan tak khawatir mengajak anak-anak mandi di tempat tersebut.

Sementara, wisata alam liar, di Desa Nateh Kecamatan Batangalai Timur Juga tak kalah ramai dari kunjungan pencinta alam. Di Desa tersebut warga setempat mengelola wisata menyusuri sungai menggunakan perahu karet sambil menikmati pemandangan hijau pegunungan Meratus.

"Alhamdulillah, ini wisata alam baru, yang potensial di kembangkan di HST,"kata Rumli, warga yang berkunjung ke sana dan telah mencoba wisata menyusuri sungai batangalai tersebut. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help