Di Tangan Perempuan Single Parent Ini Kain Sisa Saringan Jadi Aksesori Menawan

Mereka umumnya memiliki kelebihan berkreasi. Di antaranya skill menjahit, menyirang kain Sasirangan hingga membikin kerajinan lainnya.

Di Tangan Perempuan Single Parent Ini Kain Sisa Saringan Jadi Aksesori Menawan
istimewa
Elisa R Suryana 

BANJARMASINPOSt.CO.ID, BANJARMASIN - Peluang perempuan di industri kreatif masih terbuka lebar, di antaranya di bidang fashion dan souvenir. Apalagi jika dipadu khazanah lokal seperti kain Sasirangan, hasilnya pasti sangat menawan.

Hal itu pula yang dilakukan Elisa R Suryana. Sarjana ekonomi ini memanfaatkan waktu luangnya membentuk wadah kreativitas bagi perempuan Kalimantan Selatan (Kalsel) lewat Kriya Ketupat.

Melalui Kriya Ketupat. Elisa mengajak perempuan-perempuan kreatif di Banua ini untuk berkarya membuat handycraft dan Sasirangan dari beragam jenis kerajinan tangan. Hasilnya berupa tas, kaus, bros, alas meja, kerudung, kalung, dan lainnya.

"Saya rangkul kalangan ibu-ibu, terutama single parent yang punya anak, janda berusia tidak produktif lagi namun punya skill," ucap Elisa, Sabtu (23/06/2018).

Mereka umumnya memiliki kelebihan berkreasi. Di antaranya skill menjahit, menyirang kain Sasirangan hingga membikin kerajinan lainnya.

Ibu-ibu yang ikut berkarya di tempat kerajinan tangan di rumah Elisa (Dapoer Kampung Ketupat) di Sungaibaru, Banjarmasin, sebagian besar adalah warga setempat. "Jumlahnya saat ini 10 orang lebih. Lumayan, kini mereka sueah ada pekerjaan dan income," ujar dia.

Berkat usahanya membina para perempuan Banua ini pula, Elisa beberapa kali diajak kerjasama oleh Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menggelar pelatihan. "Banyak instansi yang menawari kerjasama pelatihan. Warga tentu senang sebab bertambah lagi ilmu untuk berkreasi," ujar Elisa.

Sejak kapan mulai terjun ke dunia kreativitas? Elisa mengatakan sejak tiga bulan lalu. Ia tertarik untuk membuat Kriya Ketupat sebagai wadah berkreasi.

Elisa yang memang suka fashion sejak lama ini pun lalu nekat terjun langsung dengan ikut pelatihan pelatihan. "Saya suka melihat motif Sasirangan dan sangat tertarik untuk membuat desain sendiri. Lalu saya terjun ke pelatihan ikut," tandasnya.

Selengkapnya baca di koran Banjarmasin Post edisi, Minggu (24/06/2018).

www.banjarmasinpost.co.id/khairil rahim

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help