Ekonomi dan Bisnis

Iklim Investasi Indonesia Semakin Baik, Ini Kata Kepala BEI Banjarmasin

Analis mencatat dari kurang lebih 20 emiten baru yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga di penghujung semester pertama 2018

Iklim Investasi Indonesia Semakin Baik, Ini Kata Kepala BEI Banjarmasin
istimewa
investor antusias sambut saham-saham baru

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Analis mencatat dari kurang lebih 20 emiten baru yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga di penghujung semester pertama 2018, setidaknya 15 diantaranya mampu raih perkembangan positif.

Dari harga sahamnya, belasan emiten ini berhasil catatkan kenaikan cukup signifikan. Bahkan beberapa lebih dari seratus persen.

Dijelaskan Kepala BEI Banjarmasin, Yuniar, hal ini jadi indikator positif iklim investaai di Indonesia, tunjukkan reaksi investor yang antusias sambut saham-saham baru tersebut.

Baca: Badan Langsing dan Perut Rata Dewi Perssik Bikin Warganet Iri, ini Ternyata Tips ala Depe

Tak hanya dari sisi investor asing, Yuniar juga menilai investor dalam negeri masih miliki potensi luar biasa besar kembangkan pasar modal Indonesia.

Dijelaskannya, dari data IMF, jumlah masyarakat berusia produktif di Indonesia mencapai kurang lebih 70 persen dari total populasi.

Jumlah tersebut menjadi yang paling besar ketiga di Asia dan pertama di Asia Tenggara.

Baca: OJK Tetapkan Jajaran Direksi Baru BEI, Ini Susunan Direksi Terbarunya

"Dari jumlah itu, potensi peningkatan produktifitas dan pergerakan ekonomi dalam negeri bisa lebih besar lagi dan tentunya semakin mendukung iklim investasi di dalam negeri," kata Yuniar.

Yuniar juga nyatakan PDB Indonesia di Tabun 2017 lalu yang mencapau USD 1.015 B hampir sebanding dengan jumlah gabunga PDB tiga negara di Asia Tenggara.

"Tak heran S&P berikan rating investasi BBB-, Moody's berikan grade Baa2 dan Fitch berikan grade BBB untuk iklim investasi di Indonesia. Indonesia itu cantik sekali untuk investasi," kata Yuniar.

Baca: Rayakan 1 Miliar Pengguna, Instagram Rilis Fitur Baru IGTV, Begini Cara Penggunaannya

Dari berbagai saham baru dengan rapor positif tersebut, diantaranya saham PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) dimana saat initial public offering (IPO) pada Bulan April 2018 harga saham DFAM langsung tercatat naik 69,57 persen dari 115 ke level 195 perlembar saham.

Bahkan, harga saham DFAM sempat ditutup di level 830 per lembar saham, atau naik 621,74 persen dari harga IPO pada akhir sesi perdagangan Kamis (21/6).

Saham PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) yang juga catatkan pergerakan positif sejak IPO pada Bulan Juni 2018, harga saham SWAT naik 70 persen dari level 160 ke level 272 perlembar saham.

Pada perdagangan terakhir Kamis (22/6), harga saham perusahaan yang bergerak di bisnis kertas ini ditutup di level 424 per lembar saham atau naik 165 persen dibanding harga IPO.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved