Berita Hulu Sungai Utara

Kadinkes Berharap peserta BPJS HSU Meningkat, Baru Segini Jumlahnya Saat Ini

Biaya pengobatan dan kesehatan masih menjadi momok bagi sebagian warga, beruntung adanya program kesehatan dari pemerintah melalui BPJS.

Kadinkes Berharap peserta BPJS HSU Meningkat, Baru Segini Jumlahnya Saat Ini
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
(Ilustrasi) Sejumlah warga antre mendaftar BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) di Kantor BPJS Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Jakarta Pusat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Biaya pengobatan dan kesehatan masih menjadi momok bagi sebagian warga, beruntung adanya program kesehatan dari pemerintah melalui BPJS.

Sayangnya peserta BPJS mandiri di Kabupaten HSU masih belum cukup banyak.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HSU, dr Agus Fidliansyah, mengatakan pihaknya terus bekerjasama dengan BPJS untuk meningkatkan jumlah peserta.

Dari sekitar 200 ribu jiwa penduduk Kabupaten HSU yang telah menjadi peserta BPJS berjumlah 58 persen.

Itu pun termasuk dengan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibantu melalui program dari daerah, provinsi dan pemerintah pusat.

Terhitung hingga April 2018 jumlah peserta BPJS PBI pusat 71. 804 orang, BPJS PBI Provinsi berjumlah 2.509 orang, dan BPJS Daerah berjumlah 18.141 orang.

Sedangkan untuk peserta BPJS mandiri terbagi menjadi tiga untuk peserta BPJS bukan PNS berjumlah 10.360 orang, peserta BPJS PNS berjumlah 22.976 orang dan peserta BPJS bukan pekerja berjumlah 4.081 orang.

Jumlah ini dinilai masih bisa ditingkatkan dengan adanya kesadaran bagi masyarakat mampu untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS.

"Kami selalu sampaikan kepada masyarakat setiap kali adanya kegiatan di masyarakat, bahwa dengan menjadi peserta BPJS warga akan mendapat banyak kemudahan," ungkapnya.

Bagi peserta BPJS PBI adalah warga yang dinyatakan tidak mampu oleh Dinas Sosial. Yang juga bekerjasama dengan aparat desa untuk memastikan bahwa warga yang terdaftar meruoakan warga kurang mampu.

"Peserta BPJS PBI tidak bisa naik kelas, dan hanya bisa mendapatkan pelayanan kelas 3 sehingga bagi warga mampu yang ingin mendapatkan pelayanan lebih bagus segera daftarkan diri ke BPJS secara mandiri," ungkapnya.

Kesadaran pentingnya menjadi peserta BPJS memang masih perlu terus disampaikan kepada masyarakat. Seperti yang diungkapkan Tumino warga Palampitan yang mengaku hingga saat ini masih belum mendaftar BPJS karena selama ini masih menggunakan dokter umum praktek untuk berobat.

"Biasa langsung datang ke dokter kalau sakit, memang kadang harus keluar uang cukup banyak," ungkapnya. Dirinya memang sudah berniat untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS namun belum sempat. (Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved