Jendela Dunia

Presiden Zimbabwe Mnangagwa Nyaris Tewas dalam Ledakan Bom, 'Percobaan Pembunuhan'

Sebuah rekaman yang beredar di media sosial merekam ledakan dan asap di sekitar Presiden Mnangagw

Presiden Zimbabwe Mnangagwa Nyaris Tewas dalam Ledakan Bom, 'Percobaan Pembunuhan'
Reuters
Presiden Zimbabwe Selamat dari Percobaan Pembunuhan Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa selamat dari percobaan pembunuhan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa berhasil selamat dari ledakan bom saat dirinya berkampanye di Kota Bulawayo, Sabtu (23/6). Namun ledakan itu berhasil melukai sejumlah pejabat termasuk salah seorang Wakil Presiden Zimbabwe, Kemo Mohadi.

Sebuah rekaman yang beredar di media sosial merekam ledakan dan asap di sekitar Presiden Mnangagwa saat dirinya turun dari tangga podium tempatnya berpidato di White City Stadium.

Mnangagwa menyatakan dirinya menjadi target serangan tersebut. "Saya sudah terbiasa oleh upaya pembunuhan seperti ini," kata Mnangagwa dalam pernyataan resmi pertama usai ledakan, seperti dikutip dari AFP.

Pihak lain yang terluka adalah ketua partai ZANU-PF yang juga menteri kabinte Oppah Muchinguri-Kashiri, serta Mary Chiwenga, istri dari salah satu Wakil Presiden Zimbabwe Constantino Chiwenga.

Mnangagwa mengatakan kepada media bahwa ledakan itu hanya berjarak beberapa inchi dari dirinya. "Tapi itu bukan waktu saya untuk tewas," ujarnya.

"Ledakan itu melukai wakil presiden saya, terutama kamerad Mohadi," Mnangagwa menambahkan.

Media ZBC menggambarkan ledakan itu sebagai upaya percobaan pembunuhan. Namun Mnangagwa menegaskan Zimbabwe dalam keadaan damai menjelang pelaksanaan pemilu pertama sejak jatuhnya Robert Mugabe dari kursi presiden.

"Sejumlah orang terluka dalam ledakan dan saya sudah menjenguk mereka di rumah sakit," tulis Mnangagwa di akun Facebook dirinya yang telah terverifikasi.

"Sejauh ini masa kampanye telah berjalan secara bebas dan damai, dan kami tak akan membiarkan tindakan pengecut ini menghalangi kami melaksanakan pemilu," ujar Mnangagwa. (CNNindonesia)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved