Keistimewaan Piring Keramik Tua Malawen

Istri H Yamani Beli Piring Malawen Kuno 'Unik' Rp 250 Ribu Bersama Guci Antik dari Pria Ini

H Yamani, warga Desa Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Batola Kalsel, mengaku semula sempat tidak mempercayai keistimewaan

Istri H Yamani Beli Piring Malawen Kuno 'Unik' Rp 250 Ribu Bersama Guci Antik dari Pria Ini
Ghanie
Piring malawen milik H Yamani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - H Yamani, warga Desa Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Batola Kalsel, mengaku semula sempat tidak mempercayai keistimewaan Piring Malawen yang dibeli istrinya tersebut.

Ia yang semula bahkan sempat menggadang-gadangkan menyebut piring malawen tersebut palsu, namun setelah membuktikannya langsung dengan memasukkan air santan menjadi minyak, kini ia pun mempercayainya.

Bahkan ia mengaku senang dengan dengan keistimewaan piring yang bisa menghasilkan minyak tersebut, kini dapat membantu orang sakit atau cidera luka.

Sementara Siti Masriah, pemelik Piring Malawen menceritakan semula barang antik tersebut ia beli dari seorang pria penjaja perabot rumah.

Namun anehnya, meski sang penjual tersebut berperawakan pendek, kurus, dan tua, namun ia mampu mengangkat dan menjajakan piring seberat 30 kilogram itu.

" Bahkan tidak hanya piring Malawen saat itu dibawanya, melainkan juga guci bergambarkan naga, digendong untuk dijajakan," cerita Masriah.

Lanjutnya, Masriah juga tidak mengerti meski penjaja barang antik tersebut menawarkan berbagai keistimewaan terhadap Piring Malawen.

Piring beserta satu buah guci bergambar naga itu bahkan hanya ia bandrol seharga Rp 250 ribu pada sekitar tahun 2004 silam.

" Iya, katanya saat itu piring ini bisa melala santan (menyuling minyak) dan lainnya. Tapi namanya saya engga ngerti, saya pun beli hanya untuk menghiasi dan koleksi di rumah," terang Masriah.

Tidak terkecuali suaminya, juga sempat tidak mempercayai keistimewaan Piring Malawen tersebut. Setelah membuktikannya langsung dengan memasukkan air santan, Yamani sempat heran melihat air tersebut berubah menjadi minyak.

" Itupun setelah mengantar piring dan guci ini, dua hari kemudian pria yang mengaku berasal dari Hulu Barito tersebut datang kembali ke rumah, untuk menawarkan barang lainnya. Namun kebetulan karena saya tidak ada di rumah, jadi ya tidak bertemu lagi sampai sekarang, "kenang warga Desa Berangas Kecamatan Alalak itu. (BANJARMASINPOST.CO.ID /A RIZKI ABDUL GANI)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved