Berita Hulu Sungai Tengah

Kadisdik Ingatkan, Masalah Seragam dan Sumbangan Tak Memberatkan Siswa Baru

Kepala Dinas Pendidikan Hulu Sungai Tengah, H Riduan mengingatkan para kepala sekolah, agar pasca menerimaan siswa baru,

Kadisdik Ingatkan, Masalah Seragam dan Sumbangan Tak Memberatkan Siswa Baru
Banjarmasinpost.co.id/Hanani

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kepala Dinas Pendidikan Hulu Sungai Tengah, H Riduan mengingatkan para kepala sekolah, agar pasca menerimaan siswa baru, Mei lalu dan memasuki tahun ajaran baru Juli 2018 mendatang, pihak sekolah tak membebani orangtua siswa dengan hal memberatkan.

Biasanya, dalam hal tertentu seperti untuk seragam olah raga, lambang atau emblem dan keperluan lainya diadakan oleh pihak sekolah, dengan konsekwensi para siswa menebusnya. Termasuk masalah sumbangan orang tua. ‎

Untuk kebijakan tersebut, kata Kadisdik, pihak sekolah harus mendapat persetujuan komite sekolah dan berdasarkan kesepakatan para orang tua murid terlebih dahulu.

Jika ada orangtua yang menyatakan tak mampu untuk menebus seragam dll tersebut, harus diberi keringanan dengan mencicil, atau kalau memungkinkan digratiskan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans TV Uruguay vs Rusia di Grup A Piala Dunia 2018 Malam Ini

"Dengan catatan orangtua siswa nya juga harus terus terang bahwa dia benar-benar tak mampu. Jika kondisi seperti itu, pihak sekolah tak boleh memaksa dan tak boleh pula menolaknya belajar di sekolah yang bersangkutan, karena siswa tak mampu berhak sekolah di manapun, sepanjang memenuhi syarat administrasinya,"jelas Riduan, kepadabanjarmasinpost.co.id, Senin (25/6/2018).

Menurutnya, keterbukaan pihak sekolah dengan cara berkomunikasi dan koordinasi baik dengan para orang tua siswa, akan menciptakan semangat kebersamaan, sehingga tak ada kesalahpahaman ketika sekolah mengambil kebijakan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Live (Live) Indosiar Persija vs Persebaya Laga Tunda Liga 1 2018

"Jangan sampai pengadaan seragam atau hal lainnya itu dijadikan bisnis atau sarana mencari keuntungan yang memberatkan siswa,"kata Kadisdik.

Sementara itu, terkait penerimaan siswa baru, 11 April sampai 19 Mei lalu, untuk SD dan 15 April sampai 15 Mei lalu untuk SMP, Disdik HST tak memberlakukan sistem rayon atau zona sekolah. "Kita masih terapkan sistem kouta,"jelas Riduan.

Meski pihak sekolah punya syarat dan kriteria sendiri dalam menyeleksi siswa, khususnya bagi sekolah favorit, Kadisdik menegaskan, pihak sekolah tetap harus memberi lesempatan untuk siswa yang jarak tempat tinggalnya di dekat sekolah. Sekalipun kata Riduan, siswa yang bersangkutan dari sisi nilai standar sekolah penyelanggara, masih kurang.

"Karena tujuannya, kita harus mempermudah akses masyarakat ke sekolah terdekat. Ini berlaku bagi sekolah manapun, baik SD/SMP.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved