Keistimewaan Piring Keramik Tua

Penjelasan Parapsikolog Dayak Soal 'Keajaiban' Piring Malawen Kuno Milik H Yamani

Mungkin bagi sebagian orang, tidak semuanya bisa menerima secara nalar keistimewaan terhadap Piring Malawen.

Penjelasan Parapsikolog Dayak Soal 'Keajaiban' Piring Malawen Kuno Milik H Yamani
Ghanie
Piring malawen kuno milik H Yamani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Mungkin bagi sebagian orang, tidak semuanya bisa menerima secara nalar keistimewaan terhadap Piring Malawen.

Apalagi dengannya keajaiban yang bisa menyuling air santan tanpa proses pemanasan dan pembakaran, minyak yang dihasilkan pun bisa berkhasiat berbagai pengobatan.

Lantas dari mana asal-usul piring Malawen tersebut? Seorang Parapsikolog Banua, Siba, mencoba menjawabnya.

Ia menjelaskan Piring Malawen yang asli semula merupakan peninggalan nenek moyang Suku Dayak.

Siba
Siba ()

Piring tersebut biasanya bergambar binatang yang dianggap keramat baik Naga atau binatang yang memberikan kesejahteraan, ikan.

Piring malawen bagi masyarakat Suku Dayak juga anggap mempunyai khasiat atau kelebihan. Diantaranya seperti membuat makanan tidak basi dan dapat digunakan untuk pengobatan.

" Biasanya untuk pengobatan, yakni diambil dari air santan yang merupakan hasil sulingan di piring malawen. Bahkan tidak hanya pengobatan, melainkan berbagai minyak berkhasiat lainnya, juga bisa dihasilkan, hanya saja tergantung dengan niat pembuat, " jelasnya.

Piring malawen milik H Yamani.
Piring malawen milik H Yamani. (Ghanie)

Umumnya piring malawen bertuliskan huruf China karena nenek moyang Suku Dayak merupakan penduduk Tiongkok yang berpetualang mencari tempat aman dari kekejaman raja di negerinya.

Namun Siba tidak menampik, dibalik keistimewaan yang tersimpan terhadap barang antik tersebut juga banyak yang memanfaatkannya dengan cara yang salah.

Mereka menawarkan barang antik itu dengan harga yang tinggi, sementara keasliannya tidak terjamin.

" Memang untuk membedakan dan membuktikannya tidak mudah, karena tidak cukup hanya sebatas dilihat kasat mata saja melainkan pembuktian," kata Siba.

Sementara salah satu membuktikannya, piring tersebut yakni memang mampu menyuling air santan menjadi minyak.

Sedangkan ada pula, piring Malawen yang mampu menghilangkan rasa pedas, bila cabai diletakkan di piring tersebut. Hanya jenis tersebut bukan jenis Piring Malawen asli.

" Karena dia tidak mampu menyuling air santan menjadi minyak. Sedangkan untuk minyak yang baik atau pengobatan, dia memang harus melalui proses penyulingan tanpa terkena api. Nah Piring Malawen inilah yang biasa digunakan orang bahari dulu untuk membuat minyak berbagai khasiat, salah satunya pengobatan, " jelas pria asli Dayak itu. (BANJARMASINPOST.CO.ID /A RIZKI ABDUL GANI)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved