PPDB Online SMA 2018

PPDB Online 25 SMA Negeri dan Swasta Pagi Ini Sistem Sekolah Input, Simak Penjelasannya di Sini

Mulai pagi ini Senin (25/6/18) sampai Rabu (28/6/18). sebanyak 25 SMA negeri dan swasta di Kota Banjarmasin,

PPDB Online 25 SMA Negeri dan Swasta Pagi Ini Sistem Sekolah Input, Simak Penjelasannya di Sini
BANJARMASINPOST.co.id/rahmadhani
(Ilustrasi) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 2 Banjarmasin, Senin (12/6/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mulai pagi ini Senin (25/6/18) sampai Rabu (28/6/18). sebanyak 25 SMA negeri dan swasta di Kota Banjarmasin, akan menggelar penerimaan peserta didik baru (PPBD) online zonasi.

Diperkirakan ribuan lulusan SMP akan mencari sekolah jenjang lebih tinggi SMA baik swasta maupun negeri.

Menurut Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K-3S) SMA Negeri Kota Banjarmasin, Tumiran, Senin (25/6/18), dalam PPDB online pagi ini pakai sistem sekolah input.

Yakni, calon peserta didik baru dari SMP atau Mts dapat memilih sekolah yang berdekatan dari sekolah asal yang bersangkutan.

Baca: Sebelum Meninggal Hari Moekti Sempat Posting Video yang Bikin Merinding Ini di Instagramnya

Baca: Cuplikan dan Hasil Akhir Jepang vs Senegal, Keisuke Honda Jadi Penyelamat Timnas Jepang

"Namun jarak lah yang diperhitungkan atau dinilai adalah jarak domisili," katanya.

Menurut Tumiran, SMA swasta yang menggelar PPBD online sebanyak 12 sekolah dan SMA negeri yang menggelar PPDB online sebanyak 13 sekolah.

Untuk sukses dalam PPDB online SMA ini, ada strategi yang perlu disiapkan siswa lulusan SMP.

Bagi siswa pemilik nilai yang tak terlalu tinggi, sebaiknya memilih SMA yang berdekatan dengan rumah sehingga mendapatkan poin tinggi.

"Pemilih nilai tak terlalu tinggi harus sadar diri, untuk tidak memilih sekolah jauh dari rumah sehingga kemungkinan besar diterima. Tapi bagi siswa pemilik nilai tinggi, silahkan bebas memilih sekolah," tegas Tumiran.

Dijelaskan Tumiran, komputer pada PPBD online SMA akan secara otomatis akan mengukur jarak rumah ke sekolah dengan google map berbasis aplikasi PT Telkom dan kartu keluarga (KK).

"Jarak rumah ke sekolah akan akan ditarik garis lurus oleh sistem google map sehingga terlihat jarak sebenarnya," tegas Tumiran.

Untuk kelengkapan kartu keluarga (KK), sambung Tumiran, tak perlu legalisir dari kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispencapil) kota setempat. Cukup legalisir dari ketua RT, kantor kelurahan setempat. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved