Berita HSS

Panwaslu HSS Akan Usut Pelaku Penyebar Kampanye Hitam Sehari Jelang Pilkada Serentak

Ederan kampanye hitam yang diduga mencapai ratusan lembar hingga ribuan lembar itu disebar di pinggir jalan dan halaman rumah warga

Panwaslu HSS Akan Usut Pelaku Penyebar Kampanye Hitam Sehari Jelang Pilkada Serentak
istimewa
Selebaran yang ditemukan di Halaman Rumah warga di HSS sehari jelang Pilkada serentak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Satu hari menjelang pelaksanaan Pilkada 2018 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), banyak selebaran kampanye hitam yang disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab, Selasa, (26/6).

Ederan kampanye hitam yang diduga mencapai ratusan lembar hingga ribuan lembar itu disebar di pinggir jalan dan halaman rumah warga dari wilayah Kecamatan Kandangan hingga ke wilayah Negara yang meliputi tiga kecamatan, Daha Selatan, Daha Utara dan Daha Barat.

Kertas edaran yang disebar dengan cara digulung dan dilemparkan ke jalan dan halaman itu menyudutkan salah satu pasangan calon yang mengikuti pilkada HSS 2018.

Ketua Panwaslu HSS Syaiful Rahman mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari pasangan calon Pilkada 2018 terkait dengan kertas Ederan kampanye hitam.

Baca: Live Indosiar! Link Live Streaming Persija vs Persebaya via Streaming Indosiar Malam Ini

"Siang tadi kita sudah menerima laporan dari Paslon nomor urut dua terkait dengan kertas edaran yang diduga adanya kampanye hitam," katanya, Selasa, (26/6).

Pihaknya akan mempelajari dan memeriksa terkait dengan laporan itu. Apakah ada unsur pelanggaran pidana atau pelanggaran administrasi.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan tim Gakumdu terkait dengan laporan itu. Akan kita tindak lanjuti laporan itu dengan melakukan pemeriksaan dan mencari pelaku penyebar selebaran itu," tegasnya.

Pihaknya juga telah memberikan himbauan baik kepada masyarakat dan kepada paslon dalam masa tenang tidak melakukan kampanye dalam bentuk apapun, apalagi kampanye hitam.

Ketua tim Pemenangan Paslon Nomor urut Dua H Achmad Fikry-Syamsury Arsyad, H Asyikin Noor mengatakan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan kepada para relawan Sehati plus cinta HSS agar tidak terpancing dan terprovokasi dengan beredarnya selebaran itu.

"Kita mengetahui adanya selebaran itu pada Selasa, (26/6) dini hari tadi. Isinya menyudutkan pasangan calon nomor dua dan itu sudah termasuk dalam kampanye hitam," katanya.

Lebih anehnya lagi, surat edaran itu mengatasnamakan dan ada foto dari pasangan calon nomor urut dua. Padahal, timnya tidak ada membuat selebaran itu.

Baca: Jadwal Live Trans TV & Trans7 Piala Dunia 2018 Malam Ini - Denmark vs Prancis, Nigeria vs Argentina

"Kami tegaskan bahwa tim kita tidak ada membuat selebaran itu. Untuk itu kita berharap, percaya dan menyerahkan masalah ini kepada pihak Panwaslu, kepolisian dan pihak terkait untuk mengusut serta mencari para pelaku penyebar kampanye hitam itu," bebernya.

Pihaknya juga mengingatkan kepada semua pihak termasuk para relawan Paslon nomor dua dan warga HSS untuk sama-sama menjaga diri dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan.

"Mari kita jaga dan kita ciptakan suasana kondusif di Kabupaten HSS jelang pencoblosan, saat pelaksanan dan pasca pilkada HSS," tambahnya. (banjarmasinpost.co.id/Rian).

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved