Berita Banjarbaru

Selain Pendulangan Intan, Kelurahan Cempaka Dikenal sebagai Wadah Pengrajin Ini

Erna misalnya, Setiap hari selepas mengerjakan tugas rumah sebagai ibu rumah tangga ia mulai menjadi pengrajin arguci di rumahnya.

Selain Pendulangan Intan, Kelurahan Cempaka Dikenal sebagai Wadah Pengrajin Ini
banjarmasinpost.co.id/milna sari
perempuan warga Cempaka juga punya kesibukan yang khas yaitu menjahit arguci 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tahukah bahwa Banjarbaru memiliki kawasan pengrajin arguci.

Kelurahan Cempaka selain dikenal menjadi salah satu kelurahan yang dikenal karena pendulangan intan tradisional serta warganya yang bekerja menjadi penambang intan, perempuan warga Cempaka juga punya kesibukan yang khas yaitu menjahit arguci.

Erna misalnya, Setiap hari selepas mengerjakan tugas rumah sebagai ibu rumah tangga ia mulai menjadi pengrajin arguci di rumahnya.

Baca: Heboh Kura-kura Langka Dunia Ditemukan di Kapuas Timur, Mirip Hewan Purba Bisa Makan Buaya!

Pekerjaan ini ia dapatkan dari seorang pengrajin sekaligus pengusaha yang menjual pakaian pengantin di kampungnya di Cempaka Banjarbaru.

"Mulai dulu, sejak bujangan sudah ini dikerjakan pekerjaan turun temurun dari mama," ujarnya saat ditemui Selasa (26/06/2018) kepada Banjarmasinpost.co.id.

Satu setelan pakaian pengantin biasanya mampu dibuat Erna selama 10 hari.

Baca: Dewi Perssik Ungkap Uangnya Raib Rp 20 Juta di ATM, Curigai Suami karena Tahu PIN, Ternyata

Perempuan satu anak dengan suami pekerja bangunan ini biasanya dalam sebulan bisa mendapatkan hasil Rp 400 ribu bahkan bisa kurang tergantung permintaan pengusaha.

"Kami Ibu-ibu di sini banyak ngambil upah jahit arguci saja, tidak menjualnya," ujarnya.

Sementara pengrajin sekaligus pengusaha kerajinan arguci di Cempaka, Atun mengatakan memang selama ini di Cempaka hanya dirinya yang memberikan pekerjaan kepada warga untuk menjahit arguci.

Baca: Ariel Noah Tepergok Jalan Bareng Cewek Berambut Panjang, Warganet Menduga itu Aktris Cantik ini

Ia mengaku juga sulit mengajak pengrajin agar bisa seperti dirinya karena masyarakat masih terhalang dana untuk menjadi pembuat kerajinan arguci.

"Dulu memang sempat Cempaka bakal dijadikan Kampung Arguci tapi karena saya saja yang menyalurkan kerajinan masyarakat jadinya tidak jadi dibuat Kampung Arguci," jelasnya.

Atun sendiri mengaku sudah menjadi keturunan ke tiga yang melestarikan budaya menjahit arguci.

Budaya ini ujarnya sayang jika ia tinggalkan.

Meskipun dibanding usahanya yang lain yaitu kain sasirangan lebih menguntungkan daripada arguci.

Banjarmasinpost.co.id /milna

Penulis: Milna Sari
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help